SPMB Jateng
Bersaing di Peringkat Jurnal SPMB, Nurul Pilih Pindah Pilihan: Daripada Dadigdug Terus
Masa pendaftaran sekolah pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 Jawa Tengah, menjadi kisah tersendiri yang mungkin berkesan bagi calon murid.
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Masa pendaftaran sekolah pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025 Jawa Tengah, menjadi kisah tersendiri yang mungkin berkesan bagi calon murid baru (CMB) maupun orang tua.
Hal itu dialami salah satu orang tua CMB asal Kota Semarang, Nurul Qoidah yang selama proses SPMB ini terus mengawal sang anak mencari sekolah negeri pada jenjang SMK.
Nurul mengaku aktif memantau jurnal atau peringkat sang anak di sistem SPMB mulai dari proses verifikasi hingga proses pemilihan sekolah yang baru saja ditutup pada Rabu (18/5) ini.
Proses selanjutnya yakni pengumuman hasil seleksi SPMB 2025 pada 21 Juni mendatang.
Baca juga: 2 Ranperda Kabupaten Karanganyar Disetujui, Wabup Adhe Eliana: Segera Dievaluasi Gubernur
Baca juga: Siswa SMA Taruna Nusantara Juara Muria Kudus Mathematics Competition
Dikatakan Nurul, peringkat pada jurnal sekolah yang dipilih sangat berpengaruh pada kesempatan diterima nantinya.
Semakin tinggi urutannya, maka peluang diterima lebih lebar. Apalagi, setiap sekolah mendapat kuota rombongan belajar (rombel) yang berbeda-beda.
Nurul menguraikan, awalnya ia beserta anaknya memilih SMK 4 Semarang sebagai sekolah pilihan pada proses SPMB ini lewat jalur prestasi.
Namun, melihat peluang yang lebih sedikit, mereka memutuskan mendaftar di sekolah lain.
"Anak saya itu memang dari awal inginnya bisa diterima di SMK 4 Semarang, karena punya keinginan masuk di jurusan desain sekolah tersebut. Tapi melihat posisi di jurnal SPMB, sepertinya kok sulit ya," kata Nurul kepada tribunjateng.com, Rabu (18/6).
"Anak saya ternyata ada di rangking terbawah dari total kuota yang tersedia di SMK 4," katanya.
Menurut dia, meski masih ada kans untuk lolos di sekolah tersebut, pihaknya tak mau berspekulasi.
"Kami ambil keputusan pindah ke SMK 8 saja. Di SMK 8, peringkatnya di urutan 67 dari kuota 81 yang nanti diterima. Daripada waswas jantunge dadigdug terus, kita pilih cari aman saja," ungkapnya.
Dia menyebut, dengan peluang diterima di SMK 8, ia berharap hal itu dapat terwujud pada pengumuman tanggal 21 Juni nanti.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Pariwisata (Disdikbudpar) Provinsi Jawa Tengah, Syamsudin Isnaini menyampaikan, dengan melihat data jumlah peserta pada sistem SPMB, maka dipastikan akan ada sekitar 90 hingga 100 ribu CMB nantinya yang tidak akan lolos pada seleksi SPMB ini.
Hal tersebut juga menjadi landasan pihak penyelenggara SPMB membuka kembali tahapan verifikasi berkas pada 15 hingga 17 Juni lalu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/POSKO-LAYANAN-Suasana-posko-SPMB-di-kantor-Dinas-Pendidikan.jpg)