Breaking News
Jumat, 15 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kendal

Pertama di Indonesia, Pabrik Panel Surya PT TMAI Mulai Beroperasi di Kendal, Serap 640 Tenaga Kerja

Pabrik panel surya terintegrasi pertama dan terbesar di Indonesia PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), resmi beroperasi di Kawasan Industri Kendal.

Tayang:
TRIBUN JATENG/AGUS SALIM IRSYADULLAH
CEK PABRIK - Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau pabrik panel surya terintegrasi pertama di Indonesia, PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI) di Kawasan Industri Kendal (KIK), Kamis (19/6/2025). Pabrik sel dan modul surya terintegrasi ini memiliki nilai investasi yang mencapai lebih dari Rp1,5 triliun. 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Pabrik panel surya terintegrasi pertama dan terbesar di Indonesia PT Trina Mas Agra Indonesia (TMAI), resmi beroperasi di Kawasan Industri Kendal (KIK).

Pabrik sel dan modul surya terintegrasi ini memiliki nilai investasi yang mencapai lebih dari Rp1,5 triliun.

Pabrik ini mampu menyerap hingga 640 tenaga kerja dan menyediakan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas tenaga kerja, khususnya di teknologi produksi sel surya dan modul.

Baca juga: Jagoan Astra Motor Jateng dari Kendal Raih Podium Pertama Ajang Safety Riding Honda Nasional 2025

Baca juga: SMKN 1 Kendal dan USM Bekali Siswa Bangun Personal Branding untuk Dunia Kerja

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita yang memimpin peresmian menyebut, pabrik ini bisa memproduksi 1,4 juta panel surya per tahun untuk mendukung transisi energi nasional.

Proyek ini menjadi tonggak penting dalam mendukung transisi energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia.

"Data dari Institute for Essential Services Reform per Juni 2024, kapasitas produksi modul surya dalam negeri meningkat sebesar 2,3 persen," kata Agus, Kamis (19/6/2025).

Agus Gumiwang menerangkan, industri panel surya seperti PT TMAI berperan penting dalam terciptanya ekosistem energi surya nasional.

Dengan kapasitas produksi mencapai 1 GW per tahun, ketergantungan pada impor modul dan sel surya akan mulai berkurang.

"Selamat untuk PT TMAI yang hari ini mulai beroperasi."

"Kami menghitung bahwa TMAI ini akan memproduksi sekira 1,4 juta lembar panel surya per tahun,” terangnya.

Baca juga: Bupati Tika Segera Teken Kebijakan: Sampah di Kendal Jadi Persoalan Serius

Baca juga: Menanti Arah Kebijakan Bupati Atasi Rob Tak Berkesudahan di Kendal

Wakil Direktur Utama PT TMAI, Lokita Prasetya menjelaskan, pabrik ini telah beroperasi dengan teknologi i-TOPCon Advanced generasi terbaru, yang mampu menghasilkan panel hingga 720 Wp dengan efisiensi 23,2 persen.

"Ini sebuah teknologi dengan efisiensi tertinggi di kelasnya dan menjadi pabrik sel serta modul surya yang mampu menghasilkan salah satu panel surya terbesar di dunia," ungkapnya.

Direktur PT TMAI, Ooi Kok Tiong menilai, pabrik ini akan mempercepat proses hilirisasi industri energi, dengan pengembangan rantai pasok baik secara horizontal (industri pendukung) maupun vertikal (produksi wafer, ingot, dan smelter polisilikon).

Dikatakannya, pabrik ini juga menyumbang sekira 8 persen pertumbuhan ekonomi dengan potensi investasi Rp3,7 triliun dan Rp1 triliun per tahun saat operasional.

"Kehadiran pabrik TMAI memberikan dampak positif yang luas bagi negara, mulai dari mendukung program transisi energi, pengembangan ekonomi hijau, hingga memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved