Berita Jateng
OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan untuk Percepatan Pembangunan di Jateng
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Tengah
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Tengah bersama Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah Provinsi Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Tengah berkomitmen mendukung percepatan pembangunan di Jawa Tengah.
Deputi Komisioner Hubungan Internasional, Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU-PPT) dan Daerah OJK, Bambang Mukti Riyadi mengatakan, akses keuangan memiliki peran strategis sebagai katalis pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Studi-studi global menunjukkan bahwa tingkat inklusi keuangan berkontribusi sangat signifikan pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, pengurangan kemiskinan, dan stabilitas keuangan.
Pengembangan Ekonomi Daerah (PED) difokuskan pada pengembangan agrikultur unggulan dengan skema ekosistem closed loop.
"Skema ini melibatkan pembudidaya, perusahaan offtaker, asosiasi pengolahan industri, lembaga jasa keuangan, akademisi, badan teknis, serta pemerintah daerah," sebutnya, jelas Bambang, dalam keterangan tertulis, Minggu (22/6/2025).
Menurut dia, skema ini menjadi instrumen pengendalian bersama atas risiko kredit dan risiko operasional, sekaligus memperkuat hilirisasi serta meningkatkan kapasitas produksi berbasis inovasi teknologi.
Sementara itu, Kepala OJK Jawa Tengah, Hidayat Prabowo menyatakan, TPAKD merupakan wujud komitmen kolaborasi seluruh pemangku kepentingan di Jawa Tengah dalam mendukung visi pembangunan pemerintah daerah serta peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 menunjukkan indeks literasi keuangan mencapai 66,46 persen dan indeks inklusi keuangan 80,51 persen.
"Peningkatan akses keuangan dapat terwujud apabila industri jasa keuangan memberikan kemudahan dalam akses layanan keuangan, sekaligus diimbangi dengan upaya edukasi serta perlindungan yang memadai bagi konsumen dan
masyarakat," tegas Hidayat.
OJK senantiasa memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah, Kementerian/Lembaga, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pengembangan perekonomian daerah melalui kemandirian ekonomi desa, peningkatan literasi, dan percepatan inklusi keuangan nasional.
Komitmen TPKAD mendukung percepatan pembangunan di Jateng pun sudah dibahas dalam Rakorda dan Pleno TPAKD beberapa waktu lalu.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, TPAKD merupakan wadah bersama seluruh lembaga dan pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kita perlu mencetak pelaku ekonomi baru yang tangguh. Di sisi lain, diperlukan komitmen kuat untuk memerangi pinjaman online ilegal dan judi online yang berpotensi merusak stabilitas ekonomi masyarakat," papar Taj Yasin.
Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Tengah Agus Prasutio menambahkan, keberhasilan program TPAKD tahun 2024, di antaranya pengembangan ekosistem padi dan jagung di Kabupaten Grobogan yang melibatkan koperasi tani, perusahaan offtaker, dan industri jasa keuangan.
"Keberhasilan program ini akan kami lanjutkan dan perluas ke kabupaten/kota lainnya di tahun 2025," ujar Agus.
TPKAD juga berkomitmen implementasi skema pengembangan ekonomi daerah di empat kabupaten, yaitu Sragen dan Cilacap untuk pengembangan sektor pertanian komoditas padi dan jagung.
Serta, Kabupaten Demak dan Jepara untuk pengembangan sektor perikanan kelautan komoditas rajungan.
"Melalui pengembangan skema closed loop berbasis komoditas unggulan daerah, diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah," tuturnya.
Ada sejumlah program kerja TPAKD Provinsi Jawa Tengah pada 2025 meliputi Ayo Jateng Menabung, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (KPMR), dan subsidi bunga sektor pertanian,
Selain itu, TPKAD memiliki prrogram unggulan meliputi pengembangan ekosistem sektor pertanian dan perikanan kelautan, pembentukan Duta Literasi Keuangan melalui Perintis Keuangan, dan duta literasi akademisi melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik.
Ada pula program tematik berupa Investment Competition tingkat SMA sederajat se-Jawa Tengah. (eyf)
Berdayakan Potensi Desa/Kelurahan, 1.750 Koperasi Merah Putih di Jateng Sudah Operasional |
![]() |
---|
Masih Kalah Dari Subang, Buruh Tuntut Kenaikan UMK 2026 Jadi Rp 3,7 Juta di Kota Semarang |
![]() |
---|
Kunjungan Menko Zulkifli Hasan Diwarnai Aksi Buruh Tuntut Kenaikan Gaji 8,5 Persen Tahun 2026 |
![]() |
---|
Zulkifli Hasan Apresiasi KDKMP Yang Beroperasi di Jateng Tertinggi di Indonesia |
![]() |
---|
Wagub Jateng Taj Yasin Percayakan Mahasiswa KKN Undip Pantau Data Sosial di Desa-Desa |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.