Berita Banyumas
Angka Kematian Bayi Capai 200 Kasus per Tahun di Banyumas
Setiap tahunnya, tercatat antara 150 hingga 200 bayi meninggal dunia, terutama pada masa perinatal atau tujuh hari pertama setelah kelahiran.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
Masalah stunting juga menjadi sorotan.
Berdasarkan data DPPKBP3A, terdapat sekitar 14.000 anak di Banyumas mengalami kondisi gagal tumbuh atau stunting.
Wilayah dengan kasus terbanyak adalah Kecamatan Cilongok, disusul Purwokerto Barat dan Purwokerto Selatan.
Stunting tidak hanya disebabkan faktor ekonomi, tetapi juga minimnya edukasi dan kesadaran tentang pola asuh, gizi, dan kesiapan menjadi orang tua.
"Kami temukan banyak pasangan menikah muda, sekitar 10–20 persen dari total pasangan usia subur.
Mereka secara fisik belum siap.
Hal ini meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, salah satunya preeklamsia," papar Henny.
Dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan ibu, Pemkab Banyumas terus menggencarkan program "Satu Desa Satu Bidan".
Para bidan didorong menjadi garda terdepan pendampingan ibu hamil dan proses persalinan.
"Kalau masih ada mbah dukun bayi, kami tidak langsung menyingkirkan, tapi minta mereka mendampingi bidan.
Karena mereka tidak punya dasar medis," jelasnya.
DPPKBP3A juga aktif memberikan edukasi kepada remaja dan calon pengantin, agar lebih siap secara mental, fisik, dan ekonomi sebelum menikah.
Hal ini dinilai penting membentuk keluarga berkualitas dan mencegah pernikahan karena keterpaksaan.
"Kalau remaja sudah paham sejak dini, mereka tidak akan menikah karena tekanan sosial atau ekonomi.
Mereka bisa punya perencanaan hidup, dan tahu tanggung jawab sebagai orang tua," tegas Henny.
Dengan segala tantangan tersebut, Pemkab Banyumas terus berupaya mengintegrasikan pengendalian penduduk dengan program kesehatan dan pemberdayaan keluarga.
Diharapkan, langkah-langkah ini dapat menurunkan angka kematian bayi dan menciptakan generasi masa depan yang sehat dan berkualitas.(jti)
| Miris! Warga Banyumas Ternyata Lebih Pilih Merokok Daripada Belanja Telur dan Daging |
|
|---|
| Nabung Rp 5.000 Sehari, Penjual Peyek di Purwokerto Ini Akhirnya Berangkat Haji Bersama Suami |
|
|---|
| Alhamdulillah, Guru Ngaji hingga Marbot di Banyumas Kini Dapat Insentif Rp 100 Ribu per Bulan |
|
|---|
| Libatkan Dunia Usaha, BNNK Banyumas Kolaborasi Bentuk Pegiat P4GN di Pabrik Semen Ajibarang |
|
|---|
| 1.336 Jamaah Calon Haji Banyumas Siap Berangkat, Diantar Bus Baru Dikawal Ambulans Tiap Kloter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250627_Henny-Soetikno.jpg)