Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Asal-Usul Cianjur: Cerita Rakyat dari Jawa Barat

asal usul Cianjur, cerita rakyat Jawa Barat.Sifat Pak Kikir dan Anaknya.Alkisah, dahulu kala di sebuah desa yang subur, ada seorang tuan tanah yang

Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Cianjur
Asal-Usul Kota Cianjur, Cerita Rakyat Jawa Barat 

Asal-Usul Kota Cianjur, Cerita Rakyat Jawa Barat

TRIBUNJATENG.COM - Berikut asal usul Cianjur, cerita rakyat Jawa Barat.

Sifat Pak Kikir dan Anaknya

Alkisah, dahulu kala di sebuah desa yang subur, ada seorang tuan tanah yang kaya raya. Tuan tanah itu menguasai sebagian sawah dan ladang di desa itu.

Si Tuan Tanah punya hasil panen yang melimpah, tapi sedikit berbagi atau bersedekah.

Yap, sifat tuan tanah ini sangat kikir, teman-teman. Sampai-sampai warga desa menjulukinya “Pak Kikir”.

Pak Kikir bukan hanya bersikap kikir pada penduduk desa lainnya, melainkan juga pada anaknya sendiri.

Baca juga: Asal-Usul Kota Bandung, Cerita Rakyat Jawa Barat

Baca juga: Cerita Rakyat Putri Mandalika Asal Lombok

Baca juga: Dongeng Beauty and the Beast, Si Cantik dan Pria Buruk Rupa

Baca juga: Dongeng Dewi Walangangin Asal-usul Candi Pari Cerita Rakyat Jawa Timur

Suatu hari, seorang kakek memohon untuk meminjam beras untuk cucunya yang belum makan. Namun, Pak Kikir tidak mau memberikannya.

Anak Pak Kikir mendengar itu, kemudian ia mengambil satu rantang beras miliknya dan diberikannya pada si kakek tadi.

Rupanya, anak Pak Kikir memang sering membantu warga desa, terutama warga yang miskin dan sudah tua. Sifat ini sangat berkebalikan dengan ayahnya yang kikir.

Pesan dari Nenek Tua untuk Meninggalkan Desa

Musim hujan pun tiba dan penduduk desa bersiap memasuki masa tanam.

Mereka mengadakan kenduri memohon agar sawah dan ladangnya terhindar dari hama dan diberikan hasil panen yang melimpah.

Pak Kikir juga mengadakan kenduri supaya panennya melimpah. Ia mengundang warga desa ke rumahnya, namun ia hanya menyediakan makanan yang sangat sedikit dan tidak semua tamu mendapatkan bagian.

Saat warga sedang berada di rumah Pak Kikir, seorang nenek tua datang memohon sedikit nasi. Tapi Tuan Kikir tidak mau memberikannya dan justru menyuruh si nenek tua pergi.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved