Breaking News
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Karanganyar

Duh, 4 SMP Negeri di Karanganyar Masih Kekurangan Siswa

Kuota siswa baru di beberapa SMP Negeri di Kabupaten Karanganyar belum terpenuhi jelang tahun ajaran baru pada 14 Juli 2025. 

Penulis: Agus Iswadi | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/AGUS ISWADI
SPBM SMP - Suasana halaman Kantor Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Selasa (24/6/2025). Disdikbud mempersilakan SMP Negeri yang masih kekurangan siswa untuk membuka pendaftaran secara offline. Batas waktu pendaftaran sebelum 14 Juli 2025. 

TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kuota siswa baru di beberapa SMP Negeri di Kabupaten Karanganyar belum terpenuhi menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 14 Juli 2025. 

Disdikbud Kabupaten Karanganyar telah membuat surat edaran untuk mempersilakan sekolah membuka pendaftaran siswa baru secara offline hingga batas waktu yang ditentukan. 

Kabid SMP Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Joko Purwanto menyampaikan, masih ada beberapa kuota siswa baru di SMP yang belum terisi pasca pengumuman Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada akhir Juni 2025.

Baca juga: Awas Kepala Sekolah! Disdikbud Karanganyar Larang Jual Seragam dan Buku

Baca juga: Pembangunan Kantor Inspektorat Karanganyar Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Sekolah yang belum terpenuhi kuotanya seperti SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 2 Jatipuro, SMP Negeri 3 Jumapolo, serta Satu Atap Kerjo. 

Oleh karena itu, dinas membuat surat edaran terkait pemenuhan kuota yang masih ada di masing-masing sekolah. 

"Misalnya di situ kurang dua anak, tiga anak, atau mungkin ada beberapa sekolah yang masih kurang satu kelas juga ada," katanya kepada Tribunjateng.com, Kamis (3/7/2025). 

Di sisi lain dinas berharap sekolah yang masih kurang kuota siswa barunya juga aktif untuk mendekati calon siswa baru.

Sesuai aturan satu rombongan belajar untuk SMP ada 32 siswa. 

Plt Kepala Disdikbud Kabupaten Karanganyar, Nugroho mengatakan, pihak sekolah diharapkan juga dapat melaporkan jumlah kuota siswa baru yang masih kurang sehingga bisa segera dirumuskan langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk memenuhi kuota yang tersisa. 

"Takutnya nanti sekolah ada yang kekurangan terlalu banyak sehingga nanti akan mengganggu sistem belajar mengajarnya," terangnya. (*)

Baca juga: Potret Ritual Pembuatan Luwur Makam Sunan Kudus: Libatkan 35 Perewang Selama 4 Hari

Baca juga: Genangan Air Rob di Pesisir Utara Jawa Tengah Kok Susah Surutnya? Begini Jawaban BMKG

Baca juga: "Ini Tanggap Darurat" Wagub Taj Yasin Tinjau Proyek Normalisasi Sungai Pelayaran Demak

Baca juga: Bupati Arief Rohman Lantik Pengurus IWAPI Blora 2025-2030: Berdayakan UMKM dan Perempuan Wirausaha

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved