Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Demak

Kemenag Demak Respons Cepat Tangani Guru Madin Cabuli Murid, Taufiqur: Kami Serahkan ke Polisi

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak, H. Taufiqur Rahman, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut.

Penulis: faisal affan | Editor: raka f pujangga
dok. Istimewa
PENCABULAN GURU MADIN - Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak, H. Taufiqur Rahman. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK – Seorang oknum guru Madrasah Diniyah (Madin) Asy-Syafi’iyyah di Desa Mulyorejo, Kecamatan Demak Kota, Kabupaten Demak, diduga melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah murid.

Kasus ini mencuat setelah beberapa wali murid melapor kepada pihak yayasan dan aparat desa.

Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Demak, H. Taufiqur Rahman, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut.

Baca juga: Sosok MS Guru Madrasah Demak Cabuli 16 Siswi: Dikenal Religius, 20 Tahun Sebagai Pendidik

Ia menilai seorang guru Madin seharusnya menjadi panutan dan menjaga marwah lembaga pendidikan agama.

“Saya menyesalkan dan prihatin atas terjadinya dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum guru Madin di Kabupaten Demak. Madin seharusnya menjadi tempat yang aman bagi peserta didik,” kata Taufiqur, Kamis (3/7/2025).

Ia menambahkan, pihak Kemenag telah melakukan pembinaan terhadap pengelola Madin, termasuk saat Musyawarah Cabang (Muscab) Madin di Gedung FKDT Kadilangu pada Mei lalu. 

Taufiqur juga mengaku telah mengunjungi langsung lokasi kejadian dan bertemu dengan kepala Madin serta seluruh ustaz dan ustazah yang mengajar di sana.

Terkait proses hukum, Kemenag menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum (APH).

“Kami menghormati proses hukum yang sedang berjalan,” tegasnya.

Sebelumnya, Kepala Desa Mulyorejo sekaligus pengurus Yayasan Asy-Syafi’iyyah, Suharsono, membenarkan bahwa kasus ini pertama kali mencuat pada Sabtu (28/6/2025) sore. 

Ia mendapat laporan adanya tindakan tidak pantas oleh seorang guru berinisial MR.

Malam harinya, yayasan langsung menggelar pertemuan darurat dengan para wali murid.

Dalam forum tersebut, beberapa orang tua menyampaikan pengakuan anak-anak mereka yang mengaku telah diraba di bagian tubuh tertentu oleh guru tersebut.

“Ada sekitar tiga hingga lima wali murid yang hadir dan menceritakan apa yang disampaikan anak-anak mereka,” ungkap Suharsono saat ditemui, Senin (30/6/2025).

Menanggapi laporan tersebut, pihak yayasan langsung mengambil langkah tegas dengan memberhentikan oknum guru dari semua aktivitas mengajar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved