Pendidikan
Gambar, Mesin, dan Mimpi Mahasiswa: Cerita Hangat di Balik Junimasi 2025
Tahun ini, Junimasi 2025, ajang tahunan Program Studi Sarjana Terapan Animasi Udinus, punya warna berbeda.
Penulis: budi susanto | Editor: M Syofri Kurniawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Di ruang kecil studio animasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Nafisa Aliya Zafira menatap layar komputernya.
Di sana, terpampang karyanya berupa sebuah stiker digital bergaya pop-art yang memadukan karakter anak muda dan skuter Yamaha Fazzio.
Tangannya sempat gemetar saat mengirimkan desain itu ke panitia lomba.
Baca juga: Bunkasai 2025 di Udinus Tampilkan Warna-warni Budaya Jepang
Tapi hari itu, semuanya terbayar.
Nafisa keluar sebagai juara.
“Saya cuma ingin gambar saya punya makna. Bukan hanya bagus, tapi bisa bicara,” ujarnya pelan, masih tak percaya namanya disebut di antara pemenang Lomba Sticker Digital “Moving Forw(art) With Yamaha Fazzio”, Jumat (4/7/2025).
Tahun ini, Junimasi 2025, ajang tahunan Program Studi Sarjana Terapan Animasi Udinus, punya warna berbeda.
Lebih ramai, lebih berani, dan lebih terbuka.
Di balik semua itu, ada kekuatan kolaborasi antara dunia kampus dan industri.
Adalah Yamaha Motor Indonesia DDS III Jateng-DIY yang melangkah masuk, bukan hanya sebagai sponsor, tetapi sebagai mitra nyata lewat program Yamaha to University (Y2U).
Bukan hanya datang, mereka menyatu dengan ritme kampus.
Mereka melihat mahasiswa bukan hanya sebagai pelajar, tapi sebagai calon kreator masa depan.
Dalam Junimasi kali ini, Yamaha tak sekadar memfasilitasi. Mereka membuka ruang.
200 pelajar SMA/SMK diundang hadir dalam seminar industri kreatif, bertemu langsung dengan seorang 3D modeler profesional dari film animasi Jumbo, belajar dari mereka yang pernah gagal dan bangkit, yang pernah bermimpi dan kini menjalaninya.
Putri Chantiva, siswi kelas 12 SMAN 1 Semarang, tersenyum kecil saat hasil karyanya juga masuk nominasi.
| Angka Karir Missmatch di Indonesia Masih Tinggi, Ini Tips Memilih Program Studi Perguruan Tinggi |
|
|---|
| Canggih! Robot Kecoak Undip Mampu Kirim Data Korban Bencana dari Balik Reruntuhan |
|
|---|
| Platform Digital Dinilai Perlu Diatur Lewat Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Sipil |
|
|---|
| Respons Udinus Menyikapi Wacana MBG Masuk Kampus |
|
|---|
| Kisah Dokter Mega Jadi Lulusan Terbaik PPDS Undip, Raih IPK Sempurna |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250704_peserta-Lomba-Sticker-Digital.jpg)