UKSW SALATIGA
Fakultas Psikologi UKSW Gelar Psycompetition 2025, 11 Universitas Berkompetisi dalam Psyclopedia
Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) gelar kompetisi “Psycompetition 2025” yang diikuti 11 universitas terkemuka.
Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Dalam rangka Dies Natalis ke-26, Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) gelar kompetisi “Psycompetition 2025” yang diikuti 11 universitas terkemuka pada Rabu dan Kamis (02&03/07/25) di Balairung UKSW.
Mengusung tema “Gen Z in a Changing World: Navigating Identity, Inclusion, and Well-being”, kompetisi akedemik ini terbagi dalam tiga ajang perlombaan, yakni Lomba Poster (PsychoGraphic Competition), Lomba Cerdas Cermat Psikologi (Psyclopedia Competition), dan Lomba Essay (PsychoSays).
Kompetisi yang diadakan selama dua hari di Balairung UKSW ini diikuti 17 tim dari 11 universitas, diantaranya Universitas Gadjah Mada, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Padjajaran, UKSW, Universitas Kristen Maranatha, Universitas Tarumanegara, Universitas AKI Semarang, Universitas Buana Perjuangan Karawang, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, dan Universitas YARSI.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Psikologi UKSW Dr. Sri Aryanti Kristianingsih, M.Si., M.H., Psikolog, mendukung penuh penyelenggaraan Psycompetition sebagai wujud nyata kontribusi Fakultas Psikologi dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa di bidang psikologi.
Semangat ini terlukis dalam tema Dies Natalis ke-26 yang menjunjung tinggi nilai keberagaman lintas budaya.
“Dies Natalis kali ini mengambil tema Dari Lokal ke Global: Harmoni Psikologi dalam Keberagaman."
"Tema ini diambil karena Fakultas Psikologi UKSW adalah fakultas yang menekankan semangat lintas budaya,” tuturnya.
Baca juga: Mahasiswa Fakultas Interdisiplin UKSW dan Universitas Sydney Dalami Isu Pembangunan Berkelanjutan
Agent of Change
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan Profesor Eko Sediyono, menyatakan bahwa acara ini merupakan ajang kolaborasi dari berbagai universitas untuk membangun jejaring positif.
Ia menekankan peranan Generasi Z yang dituntut untuk adaptif, inklusif serta dapat menjadi agent of change di tengah perubahan zaman yang serba cepat.
“Dengan kompetisi ini peserta dapat mengembangkan kemampuan analitis dan kreatif, mendorong Gen Z menjadi agen perubahan serta mementingkan keberagaman, inklusivitas, dan kesejahteraan mental,” katanya.
Dalam kompetisi Psychlopedia ini terbagi atas dua babak, yakni babak 1 Mind Mastery Challenge dan babak 2 Enigma Expedition, sedangkan untuk peserta kompetisi terbagi menjadi 17 tim, masing-masing beranggotakan 3 orang.
Selain dituntut untuk terampil dalam mengasah konsep dan pemahaman psikologi, para peserta juga dituntut untuk kolaboratif serta mampu mengambil keputusan dengan cepat.
Di samping itu, beragamnya subjek pembelajaran psikologi antar universitas juga menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta.
Hal ini dikemukakan oleh Sukma Indah Kusmawati, peserta asal Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250707_UKSW_Psycompetition.jpg)