Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Universitas Semarang

Mahasiswa USM Berikan Pelatihan Public Speaking Dunia Pariwisata Desa Wisata Lerep

Mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan sosialisasi dalam FGD bagi Warga Desa Wisata Lerep.

Penulis: Laili Shofiyah | Editor: M Zainal Arifin
Istimewa
PUBLIC SPEAKING: Mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan sosialisasi dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penerapan Public Speaking di Dunia Pariwisata” bagi Warga Desa Wisata Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupatrn Semarang pada pada Selasa, 8 Juli 2025. Melalui pelatihan public speaking ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan daya tarik wisata. (Dok USM) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Mahasiswa Program Studi Pariwisata Universitas Semarang (USM) menyelenggarakan sosialisasi dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Penerapan Public Speaking di Dunia Pariwisata” bagi Warga Desa Wisata Lerep Kecamatan Ungaran Barat Kabupatrn Semarang pada pada Selasa, 8 Juli 2025.

Kegiatan yang dihadiri oleh dosen Universitas Semarang, Dr. Yuliyanto Budi Setiawan, S.Sos., M.Si., serta para mahasiswa dari Program Studi Ilmu Pariwisata ini menghadirkan narasumber Amalia Elsa yang ahli dalam dunia public speaking yang sudah memiliki berbagai pengalaman menjadi mc, moderator dan speaker dalam beragam acara bersama tokoh ahli lainnya, seperti Bung Rocky Gerung dan Gus Candra Malik.

Partisipasi aktif masyarakat desa sangat penting dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan, sehingga pelatihan public speaking ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan dan daya tarik wisata.

Dr. Yulianto Budi Setiawan, dosen mata kuliah Komunikasi Industri Pariwisata mengatakan bahwa kegiatan Focus Group Discussion ini dapat membantu para pengelola dalam menangani wisatawan dengan public speaking yang baik, benar, dan ramah.

Baca juga: USM Terjunkan 1.256 Mahasiswa KKN-PPM di Semarang, Fokus pada Ekonomi dan Kesejahteraan

Kiranya juga Desa Wisata Lerep juga dapat terus mempertahankan kerjasama yang telah terjalin dengan Universitas Semarang secara berkelanjutan. 

“FGD ini juga bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi warga sebagai pelaku pariwisata agar lebih profesional dan percaya diri dalam menyampaikan informasi wisata kepada pengunjung, serta sebagai wadah diskusi interaktif yang mendukung pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata Desa Wisata Lerep tersebut,” ungkap Dr. Yulianto Budi Setiawan.

Lebih lanjut ketua Panitia Kegiatan, Friska Destalia menegaskan bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukan hanya sekadar keahlian berbicara, tetapi juga menjadi kunci dalam memberikan pelayanan prima kepada wisatawan.

“Melalui forum ini, kami berharap peserta dapat memahami bagaimana teknik komunikasi yang baik dapat meningkatkan citra dan kualitas pelayanan di destinasi wisata, khususnya di Desa Wisata Lerep,” ujar Friska Destalia.

Sementara itu Kak Elsa dalam paparannya menjelaskan bahwa public speaking bukan hanya sekadar berbicara di depan orang banyak, tetapi sebuah seni menyampaikan pesan secara efektif melalui tiga unsur penting: vokal, verbal, dan visual. 

“Unsur vokal berkaitan dengan cara kita mengatur intonasi, kecepatan bicara, dan jeda dalam menyampaikan pesan agar pendengar tidak bosan dan tetap fokus,” ungkap Kak Elsa.

Baca juga: Mahasiswa USM Dorong Desa Wisata Kandri Go Digital Lewat Strategi Konten Instagram & TikTok

Sementara itu, unsur verbal mencakup pemilihan kata yang tepat, penyusunan kalimat, serta kejelasan pesan yang ingin disampaikan.

“Bahasa yang digunakan harus sesuai dengan audiens, sederhana namun tetap berbobot,” tambahnya. 

Selain itu, Kak Elsa juga menekankan pentingnya unsur visual dalam public speaking, yang meliputi bahasa tubuh, ekspresi wajah, serta kontak mata dengan audiens.

Menurutnya, visual menjadi kunci agar komunikasi terlihat lebih hidup dan tidak kaku.

Dengan pelatihan ini, diharapkan Desa Wisata Lerep semakin mampu mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengembangan wisata.

Kemampuan public speaking yang baik akan memperkuat citra desa sebagai destinasi wisata yang ramah dan informatif.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mendukung kemajuan pariwisata yang berkelanjutan di Kabupaten Semarang. (Laili S/***)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved