Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pekalongan

Pemkab Pekalongan Bakal Pasang CCTV di Rumah Sakit, Terkoneksi Langsung ke Ruang Bupati

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan berencana memasang kamera pengawas (CCTV) di seluruh rumah sakit milik daerah.

Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
IST
CEK RSUD KRATON - Bupati Pekalongan Fadia Arafiq saat mengecek RSUD Kraton. Dalam kunjungannya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan berencana memasang kamera pengawas (CCTV) di seluruh rumah sakit milik daerah. Langkah ini diambil, sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap pelayanan kesehatan, di mana sistem CCTV tersebut akan terkoneksi langsung ke ruang kerja Bupati Pekalongan. Dok Prokompim Kabupaten Pekalongan 

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan berencana memasang kamera pengawas (CCTV) di seluruh rumah sakit milik daerah.


Langkah ini diambil, sebagai bentuk pengawasan langsung terhadap pelayanan kesehatan, di mana sistem CCTV tersebut akan terkoneksi langsung ke ruang kerja Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq.


Bupati Fadia menyebut, langkah ini sebagai bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas layanan rumah sakit negeri yang selama ini sering menjadi sorotan masyarakat.


"Masyarakat seringkali berkomentar, bahwa rumah sakit negeri pelayanannya tidak bagus. Saya ingin anggapan seperti itu hilang dari Kabupaten Pekalongan," ujar Fadia, Minggu (13/7/2025).


Menurutnya, dengan CCTV yang terhubung langsung ke ruang bupati, pengawasan bisa dilakukan secara real time, termasuk saat ada laporan dari masyarakat terkait sikap tenaga medis, kondisi ruang rawat inap, maupun dugaan kelalaian pelayanan.


"Kalau ada laporan petugas tidak melayani dengan baik pada tanggal dan jam tertentu, saya bisa langsung putar rekamannya dan cek sendiri."


"Bahkan kalau rumah sakit dibilang penuh, saya bisa lihat langsung kamar mana yang masih kosong," tegasnya.


Selain pengawasan visual, Pemkab juga akan membuka ruang partisipasi publik dalam menilai pelayanan rumah sakit.


Masyarakat diberi kesempatan, memberikan masukan melalui kotak saran yang akan dievaluasi secara rutin setiap pekan.


"Yang bekerja baik akan kami beri penghargaan. Tapi yang tidak menjalankan tugasnya dengan baik juga akan dikenai sanksi. Ini bentuk evaluasi langsung dari masyarakat," kata Fadia.


Pihaknya juga berharap, seluruh jajaran tenaga medis dan manajemen rumah sakit dapat menyambut baik program ini sebagai dorongan untuk memperbaiki pelayanan, bukan sebagai ancaman.


Fadia menegaskan, bahwa pelayanan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama pemerintahannya.


"Kami ingin masyarakat Pekalongan merasakan layanan yang ramah, cepat, dan profesional di seluruh fasilitas kesehatan pemerintah."


"Kami semua berkomitmen memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Pekalongan. Ini bukan sekadar program, tapi bagian dari tanggung jawab saya sebagai pemimpin daerah," tandasnya. (Dro)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved