Viral Beras Oplosan, Ini Standar Beras Premium Versi Pemerintah: Kadar Air Max 14 Persen
kriteria beras premium : Kadar butir utuh (beras kepala) ≥ 85%, Butir patah (menir) ≤ 14,5%, Kadar air ≤ 14%, ... Beras oplosan
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
16. Dua Koki (PT Subur Jaya Indotama)
17. Subur Jaya – diedarkan di Lampung (PT Subur Jaya Indotama)
18. Raja Udang (CV Bumi Jaya Sejati)
19. Kakak Adik – diedarkan di Lampung (CV Bumi Jaya Sejati)
20. Pandan Wangi BMW Citra (PT Jaya Utama Santikah)
21. Kepala Pandan Wangi – diedarkan di Jabodetabek (PT Jaya Utama Santikah)
Wakil Menteri Pertanian, Sudaryono, menyampaikan bahwa sejumlah perusahaan dan merek beras telah dipanggil ke Bareskrim untuk dimintai keterangan.
“Lagi ditangani sama kepolisian, ada 212 merek dan perusahaan. Sekarang lagi dipanggil ke Bareskrim,” ungkapnya dalam kunjungan ke Desa Bentangan, Klaten, Minggu (13/7/2025).
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa praktik ini sudah menyusup hingga rak-rak supermarket dan minimarket, dengan kemasan beras seolah-olah premium.
“Ada 10 perusahaan terbesar yang sudah dipanggil oleh Bareskrim dan Satgas Pangan,” kata Amran di Makassar, Sabtu (12/7/2025). Ia menyebut, praktik pengoplosan ini merugikan masyarakat hingga Rp99 triliun.
Menanggapi temuan ini, Anggota Komisi IV DPR RI, Cindy Monica, menyerukan agar tidak ada kompromi terhadap pelaku pengoplosan. “Ini bukan sekadar soal bisnis, ini soal perut rakyat Indonesia. Kalau beras saja dipermainkan, maka nyawa dan kesejahteraan rakyat pun dipertaruhkan,” tegasnya, Senin (14/7/2025).
Legislator dari Fraksi NasDem itu meminta aparat hukum bergerak cepat demi menjaga kepercayaan masyarakat. “Kita harus bersihkan mafia pangan dari hulu ke hilir. Tidak boleh ada kompromi untuk pelaku yang sengaja merugikan negara dan menipu rakyat dengan produk beras yang tidak layak konsumsi,” tutupnya.
(*)
| Pemkot Semarang Ungkap Alasan Kenaikan Harga Beras: Gabah Petani Naik, Pasokan Menurun |
|
|---|
| Dian Beli Curah Rp 14.500/kg |
|
|---|
| Imbas Berita Beras Oplosan: Beras Premium di Pasar Tradisional Semarang Mulai Langka |
|
|---|
| Sulit Turun! Harga Beras di Semarang Masih 'Mentereng' di Atas Rp15 Ribu |
|
|---|
| Isu Beras Oplosan Merebak, Penggilingan Padi di Karanganyar Tetap Setia Jual Beras Lokal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kabar-Terbaru-Berikut-21-Merek-Beras-Diduga-Oplosan.jpg)