UIN SAIZU Purwokerto
Program Pascasarjana UIN Saizu Kukuhkan Doktor ke-72 & 73 Bidang Studi Islam
Program Pascasarjana UIN Saizu Kukuhkan Doktor ke-72 & 73 Bidang Studi Islam
TRIBUNJATENG.COM- Pascasarjana Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto mengukuhkan dua doktor baru dalam bidang Studi Islam. Prosesi promosi doktor ke-72 dan ke-73 ini digelar melalui ujian terbuka yang berlangsung pada Kamis, 17 Juli 2025.
Ujian terbuka pertama berlangsung pukul 09.00–11.00 WIB mempromosikan Dr. Hasan Makarim, sedangkan ujian kedua berlangsung pukul 13.00–15.00 WIB untuk Dr. Aldi Prasetyo. Keduanya berhasil mempertahankan disertasi mereka di hadapan para penguji dengan argumentasi yang kuat dan pendekatan ilmiah yang mendalam.
Dr. Hasan Makarim mempertahankan disertasinya yang berjudul "Perilaku Keberagamaan Narapidana Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kembang Kuning Nusakambangan Cilacap dalam Perspektif Psikologi Agama."
Dalam penelitiannya, ia merefleksikan pengalaman pribadinya sebagai rohaniawan di Lapas Nusakambangan dan mengangkat dinamika keberagamaan para narapidana sebagai kajian ilmiah berbasis psikologi agama.
Disertasi ini diuji oleh delapan penguji terkemuka, yaitu:
Prof. Ridwan, Prof. Khusnul Khotimah, Prof. Abdul Basith (promotor), Prof. Kholid Mawardi, Prof. Hibnu Nugroho, Prof. Sulkhan Chakim, Prof. Moh. Roqib, dan Dr. Alief Budiyono.
Prof. Dr. Abdul Basith dalam sambutannya menyampaikan pesan inspiratif, “Anda jangan berhenti di disertasi. Masyarakat membutuhkan panduan-panduan mengenai pembinaan dan dakwah di lapas, berdasarkan pengalaman Anda.”
Inovasi Model Pembelajaran Literasi Numerasi
Pada sesi kedua, Dr. Aldi Prasetyo mempertahankan disertasi berjudul "Pembelajaran Konstruktivistik Berbasis Tutor Sebaya untuk Meningkatkan Keterampilan Literasi Numerasi Siswa Madrasah Ibtidaiyah di LP Ma’arif Kabupaten Banyumas."
Penelitiannya menggunakan pendekatan Research and Development (RnD) guna mengembangkan Model Pembelajaran Peer Construct Learning (PCR) sebuah metode inovatif yang menekankan peran tutor sebaya sebagai jembatan komunikasi efektif dalam pembelajaran.
Dr. Aldi menilai bahwa siswa akan lebih mudah memahami materi ketika bertanya dan berdiskusi dengan teman sebayanya.
Disertasi ini diuji oleh delapan dosen ahli, yaitu: Prof. Ridwan, Dr. Novan Ardi Wiyani, Prof. Fauzi, Prof. Rohmad, Prof. Mukti Amini, Dr. Siswadi, Dr. Maria Ulpah, dan Dr. Mutijah.
Prof. Mukti Amini selaku penguji eksternal mengapresiasi kontribusi ilmiah Dr. Aldi. Ia menyebut bahwa Model PCR merupakan inovasi strategis yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar berbasis madrasah.
Bukti Komitmen Pascasarjana UIN Saizu terhadap Keunggulan Akademik
Promosi doktor ke-72 dan 73 ini menjadi bukti konsistensi Pascasarjana UIN Saizu dalam melahirkan sarjana strata tiga yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu memberikan solusi terhadap persoalan sosial dan pendidikan melalui pendekatan ilmiah.
| SABUDAYA Resmi Dibentuk, Kebangkitan Sastra dan Budaya Mahasiswa UIN Saizu Dimulai |
|
|---|
| Kembangkan Aplikasi Spiritual Care, Aris Fitriyani Menjadi Doktor Ke-87 Pascasarjana UIN Saizu |
|
|---|
| Menteri Agama Tegaskan Pesantren Harus Jadi Ruang Aman bagi Anak, Kekerasan Tak Boleh Ditoleransi |
|
|---|
| Hadirkan Dewan Pengawas BLU, UIN Saizu Perkuat Tata Kelola Keuangan dan Optimalisasi Layanan Kampus |
|
|---|
| Prof Ridwan: UIN Saizu Tidak Bisa Lepas dari Peran Media |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250716_kukuhka-dokor.jpg)