Berita Semarang
Belasan Tahun Terbengkalai, Apa Kabar Eks Wonderia Semarang?
Ia menambahkan, eks Wonderia secara geografis berada dalam zona budaya, dekat dengan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS)
Penulis: Tim Video Editor | Editor: muslimah
Apa kabar eks Wondera Semarang?
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lebih dari satu dekade sejak ditutup, kawasan eks Wonderia di Kota Semarang masih menyisakan ironi.
Letaknya strategis, hanya beberapa menit dari jantung kota, namun terlihat terbengkalai.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Semarang, Tuning Sunarningsih, mengakui bahwa hingga kini belum ada pihak ketiga yang menyatakan minat serius mengelola area tersebut.
Padahal, menurutnya, Pemerintah Kota Semarang telah membuka peluang kerja sama dalam beberapa kali proses penjajakan.
Baca juga: Iswar Sebut Jatahnya dari Iuran Kebersamaan Bapenda Semarang Dikurangi Mbak Ita: Terima Saja
"Kita menunggu investor. Kalau memang kita belum bisa membiayai secara penuh, ya kita menunggu investor. Tapi sampai hari ini memang belum ada. Dulu pernah ada, tapi ya sampai sekarang ini belum ada lagi yang berminat," kata Tuning saat dihubungi Tribun Jateng, Jumat (18/7/2025).
Secara administratif, lahan tersebut berada di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar).
Menurut Tuning, jika tidak ada pihak ketiga yang berminat, maka Pemerintah Kota Semarang perlu mempertimbangkan alternatif skenario, termasuk kemungkinan mengelola sendiri kawasan itu dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Namun, ia menegaskan bahwa langkah tersebut tidak bisa diambil tanpa perencanaan matang dan anggaran yang memadai.
"Kalau dimanfaatkan Pemkot sendiri, ya anggarannya besar. Harus masuk anggaran murni dan direncanakan betul-betul," jelasnya.
Ia menambahkan, eks Wonderia secara geografis berada dalam zona budaya, dekat dengan Taman Budaya Raden Saleh (TBRS).
Ia menyebut, proses kerja sama dengan investor swasta tidak bisa dilakukan secara serampangan.
Pemkot, kata Tuning, mengharapkan pihak investor datang dengan rencana bisnis yang matang dan jelas, mulai dari konsep pengembangan, durasi kerja sama, hingga kontribusi terhadap pendapatan daerah.
"Kalau investor itu kan mesti lama, sekitar 25 sampai 30 tahun. Ini semuanya butuh perhitungan yang cermat dari pihak investor," ujarnya.
"Lah sampai saat ini memang belum ada gitu, karena kita Pemkot kan juga enggak mau kalau misalnya asal-asalan, nanti kita rugi. Pemkot dapat apa dari investor yang datang?" tambahnya.
| "Mumbul Semua" H-1 Lebaran Harga Kebutuhan Pokok Naik Drastis di Semarang |
|
|---|
| Cerita Nelayan Semarang: Habis Musim Baratan Langsung Lebaran, Sertifikat Tanah Digadaikan |
|
|---|
| Suasana Khusyuk Warnai Salat Idulfitri di Masjid At Taqwa Muhammadiyah Jateng |
|
|---|
| Kisah Tahu Pong Karangsaru Semarang Favorit Bos Djarum Bambang Hartono, Pernah Dikirim ke Singapura |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kota Semarang Hari Ini Jumat 20 Maret 2026: Hujan Ringan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kondisi-gerbanderia-Kota-Semarangjumlah-bagian.jpg)