Berita Semarang
"Mumbul Semua" H-1 Lebaran Harga Kebutuhan Pokok Naik Drastis di Semarang
Harga kebutuhan pokok di Kota Semarang terpantau mengalami kenaikan menjelang Idulfitri 1447 H atau H-1 Lebaran 2026.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga kebutuhan pokok di Kota Semarang terpantau mengalami kenaikan menjelang Idulfitri 1447 H.
Kenaikan ini dirasakan langsung oleh para pembeli di pasar tradisional, terutama pada komoditas seperti ayam dan cabai.
Satu di antara pembeli, Ika (40) menyebutkan, harga bahan pokok mengalami lonjakan yang cukup drastis dalam waktu singkat.
"Hari ini beli ayam, cabai, dan kentang. Harganya mumbul semua," ujar Ika ditemui Tribunjateng.com saat membeli kebutuhan pokok di Pasar Peterongan, Jumat (20/3/2026).
Baca juga: Polisi Belum Pastikan Penyebab Ledakan Tewaskan Bocah SD di Tambakrejo Semarang
• Kecelakaan Tragis Calya Tabrak Bus Agra Mas di Tol Tegal, 4 Pemudik Meninggal 1 Kritis
Dia mencontohkan harga ayam yang kini mencapai Rp80.000. Padahal sebelumnya masih berada di kisaran Rp65.000.
Bahkan menurutnya, kenaikan tersebut terjadi dalam waktu singkat.
"Kamis (19/3/2026) sore masih Rp65.000, sekarang sudah Rp80.000. Naiknya langsung Rp15.000," jelasnya.
Selain ayam, harga cabai juga disebut mengalami kenaikan yang signifikan.
Ika menilai hampir semua bahan kebutuhan pokok mengalami peningkatan harga.
Menanggapi kondisi ini, Ika menyebut kenaikan harga menjelang Lebaran sudah menjadi fenomena yang terjadi setiap tahun.
Meski demikian, hal tersebut tetap memberatkan pengeluaran rumah tangga.
"Memang setiap tahun seperti ini, terasa (naiknya)," katanya.
Meski harga melonjak, Ika tidak mengurangi jumlah belanjaannya.
Dia memilih tetap memenuhi kebutuhan seperti biasa meskipun harus mengeluarkan biaya lebih besar.
"Tidak dikurangi, soalnya kebutuhan tetap. Cuma pengeluaran lebih," ungkapnya.
Semarang
Harga Kebutuhan Pokok di Semarang
Pasar Peterongan Semarang
Tribunjateng.com
Deni Setiawan
| PMII Walisongo Desak Oknum Dosen Pelaku Pelecehan Seksual Dipecat dan Diproses Hukum |
|
|---|
| KAI Daop 4 Semarang Intensifkan Pemeriksaan Jalur Semarang–Cepu, Antisipasi Dampak Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| AKBP Basuki Dituntun 5 Tahun Atas Kematian Dosen Untag Semarang, Beraksi Kasar Saat Keluar Sidang |
|
|---|
| Kenapa Silayur Semarang Jadi Jalur Maut? Puluhan Korban Meregang Nyawa Tiap Tahunnya |
|
|---|
| Aksi Kasar AKBP Basuki di PN Semarang, Tepis Tangan Wartawan Wanita Sambil Berlari Menuju Mobil |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260320-_-Pedagang-Pasar-Peterongan-Semarang.jpg)