Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Wonosobo

"Bu, Rambutnya Nangis!": Kisah Haru di Balik Layar Ruwatan Rambut Gimbal Wonosobo

Tradisi Ruwat Cukur Rambut Gimbal yang dilakukan turun temurun setiap tahun di Wonosobo kental kaitannya dengan hal mistis.

Tayang:
Penulis: Raf | Editor: raka f pujangga
TRIBUN JATENG/IMAH MASITOH
JAMASAN - Komariyah dan Ahmad Gufran, orangtua anak berambut gimbal Namirra dan Nabila asal Kudus mengantarkan putrinya mengikuti prosesi Jamasan di kolam air hangat Taman Rekreasi Kalianget Wonosobo, Senin (21/7/2025). Prosesi ini dilakukan sebelum Ruwat Cukur Rambut Gimbal pada 24 Juli 2025 bertepatan Hari Jadi ke-200 Kabupaten Wonosobo. 

Prosesi Jamasan menjadi salah satu momen sakral dalam rangkaian Ruwat Cukur Rambut Gimbal.

Kali ini, sepuluh anak berambut gimbal menjalani prosesi Jamasan di kolam air hangat, Taman Rekreasi Kalianget Wonosobo, Senin (21/7/2025). 

Anak-anak berambut gimbal dengan balutan kain putih datang didampingi orang tua mereka yang mengenakan pakaian adat.

Beragam ekspresi ditampakkan anak kecil perempuan berambut gimbal yang rata-rata berusia 5-10 tahun, yang campur aduk antara tegang, penasaran, atau bahagia. 

Para pengunjung pun tampak khidmat menyaksikan jalannya prosesi.

Nanik selaku pengampu Tradisi Ruwat Cukur Rambut Gimbal menjelaskan, tahun ini, tradisi ini kembali digelar bersamaan dengan Hari Jadi ke-200 Kabupaten Wonosobo.

Proses awal telah dilakukan dengan pendaftaran anak gimbal yang dibuka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Wonosobo.

Pendaftaran dibuka dengan kuota terbatas agar kegiatan berlangsung kondusif dan nyaman bagi anak-anak. 

Tercatat, peserta tahun ini ada sebanyak sepuluh anak berambut gimbal dari Wonosobo dan luar daerah.

"Tahun-tahun sebelumnya ada yang datang dari Jawa Barat, Pekalongan, dan Pemalang. Tahun ini juga ada dari luar kota yaitu Kudus," ungkapnya kepada tribunjateng.com.

JAMASAN RUWAT RAMBUT GIMBAL - Sepuluh anak perempuan menjalani prosesi Jamasan mencuci dan mensucikan anak secara lahir batin, di kolam air hangat Taman Rekreasi Kalianget Wonosobo, Senin (21/7/2025). Prosesi ini dilakukan sebelum puncak prosesi dengan pencukuran rambut gimbal pada 24 Juli mendatang.
JAMASAN RUWAT RAMBUT GIMBAL - Sepuluh anak perempuan menjalani prosesi Jamasan mencuci dan mensucikan anak secara lahir batin, di kolam air hangat Taman Rekreasi Kalianget Wonosobo, Senin (21/7/2025). Prosesi ini dilakukan sebelum puncak prosesi dengan pencukuran rambut gimbal pada 24 Juli mendatang. (Tribun Jateng/Imah Masitoh )

Sebelum prosesi Jamasan, orang tua dikumpulkan untuk memastikan kesiapan mereka dan anak-anak dalam mengikuti seluruh rangkaian ruwatan. Anak-anak dikirab menuju tempat dilaksanakannya acara Tantingan.

"Tantingan itu adalah orang tua menanyakan ke anak, apakah anak sudah siap betul untuk diruwat sukertonya. Karena rambut gimbal ini sudah hidup bersama dengan anak sampai usia saat ini yang kemudian nanti akan dipisahkan," jelasnya.

Dilanjutkan dengan prosesi Udar Punagi, yaitu saatnya anak-anak menyampaikan permintaan khusus sebelum diruwat. 

"Permintaan anak-anak rambut gimbal tahun ini tidak ada yang susah-susah ada yang minta uang, HP, sepeda. Ngga kaya yang tahun lalu ada yang minta ibu baru," imbuhnya.

Setelah disetujui akan dilanjutkan dengan prosesi Jamasan, yakni mencuci dan mensucikan anak secara lahir batin.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved