Berita Jateng
Bye Bye AS, Halo Eropa! Industri Mebel Jateng Bersiap Sambut Pasar Baru
Pelaku industri dan perajin mebel di Jawa Tengah mulai lirik pasar baru ke Uni Eropa di tengah diberlakukannya tarif resiprokal ke Amerika.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: raka f pujangga
"Jadi sekarang ini yang terjadi strateginya serampangan fotonya di kebun jati sementara kayunya tidak dari situ," tuturnya.
Anggota FTA Ditjen PPI Kementerian Perdagangan Yakub Firdaus menyambut baik adanya sosialisasi EUDR.
Adanya tarif tarif resiprokal oleh Amerika Serikat sebesar 19 persen uni eropa menjadi pasar baru.
"Apalagi beberapa minggu lalu Presiden Prabowo sepakat dengan Presiden Uni Eropa terkait perdagangan bebas melalui perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif yakni tarif bea masuk 0 persen," tuturnya.
Adanya kesepakatan itu, kata dia, porsi ekspor akan lebih banyak dialihkan ke Eropa.
Oleh sebab itu peraturan dan kebijakan Uni Eropa di antaranya EUDR harus dipahami dan diterapkan.
"Jangan sampai pelaku UKM terhambat saat ekspor ke Eropa," tuturnya.
Direktur Polifurneka Peni Shoffiyati mengatakan pelatihan EUDR untuk mendukung keberlanjutan usaha funiture.
Nantinya industri yang mendapat pelatihan ini diharapkan dapat sesuai aturan yang ada.
Baca juga: Mendulang Rupiah Lewat Kerajinan Kayu, Kisah Arif Eko Cahyo Bertahan di Tengah Usaha Mebel Kian Sepi
"Jadi ekspor ke Eropanya bisa berhasil dan Eropa menjadi pasar baru setelah Amerika menerapkan tarif 19 persen," ujarnya.
Menurutnya, pada aturan itu asal bahan baku mebel dapat terdeteksi. Selain bahan baku yang didapat tidak merusak hutan.
"Ya sekarang ini orientasinya selain Amerika ya ke Eropa. Jadi mereka berlomba-lomba agar bisa memenuhi standar eropa," tuturnya. (rtp)
| Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Minggu 24 Mei 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Petir |
|
|---|
| Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok |
|
|---|
| Dampingi Prabowo Panen Raya, Ahmad Luthfi Sebut Budidaya Udang Memiliki Prospek Bagus |
|
|---|
| Kisah Para Korban BLN, Dokter Perawat dan Guru Setor Ratusan Juta, Malah Berakhir Terbelit Utang |
|
|---|
| Telusuri Aliran Dana Rp 4,6 Triliun, Polisi Blokir 132 Rekening Terkait Sindikat Koperasi BLN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250730_Para-pengusaha-dan-Perajin-Mebel-di-Jawa-Tengah_1.jpg)