Berita Jateng
Bye Bye AS, Halo Eropa! Industri Mebel Jateng Bersiap Sambut Pasar Baru
Pelaku industri dan perajin mebel di Jawa Tengah mulai lirik pasar baru ke Uni Eropa di tengah diberlakukannya tarif resiprokal ke Amerika.
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pelaku industri dan perajin mebel di Jawa Tengah mulai lirik pasar baru ke Uni Eropa.
Hal itu dilakukan setelah diberlakukan tarif resiprokal Amerika Serikat sebesar 19 persen.
Namun ekspor ke Uni Eropa harus memenuhi standar kebijakan European Union Deforestation Regulation (EUDR).
Baca juga: Pengusaha Mebel Jepara Minta Pemerintah Nego Ulang Tarif Trump 35 Persen, Sangat Berdampak
Para pelaku industri maupun pengrajin mebel di Jawa Tengah dilatih dan didampingi untuk memahami EUDR oleh Politeknik Industri Funiture dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) Kendal di kantor Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng, Rabu (30/7/2025).
Pada pelatihan itu Polifurneka menggandeng Free Trade Agreement (FTA) PPI Kementerian Perdagangan,dan Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jateng.
Bagi para pelaku usaha pelatihan dan pendampingan EUDR sangat membantu untuk memenuhi standar ekspor ke Uni Eropa.
Terlebih disaat diberlakukannya tarif resiprokal oleh Amerika Serikat sebesar 19 persen para pengusaha dapat mencari peluang ekspor ke Uni Eropa.
"Hampir rata-rata 75 persen pengusaha mebel di Jawa Tengah kirim ke Amerika Serikat," tutur pengusaha mebel Albertus Kuswidiarso
Namun adanya kebijakan EUDR ini menyulitkan pengusaha kayu di Jawa Tengah.
Sebab banyak pengusaha kayu di Jawa Tengah hanya di sektor UKM.
"Ekspornya tidak rutin setiap bulan mengirim 1 kontainer, kadang dua bulan tiga bulan sekali mengirim 1 kontainer," jelas pengusaha yang juga sebagai Ketua Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) Semarang Raya.
Menurutnya,banyak pengusaha mebel yang berada di Jepara membeli kayu tidak di Perhutani.
Mereka lebih memilih membeli kayu di pedagang.
"Hal itulah membuat kesulitan mengurus surat perizinan maupun Geolocation yang dipersyaratkan dalam EUDR," ujarnya.
Ia mengatakan adanya pelatihan itu membantu para pengusaha mendapat tips strategi agar lolos dan tidak melanggar kebijakan EUDR.
| Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Minggu 24 Mei 2026: Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Petir |
|
|---|
| Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok |
|
|---|
| Dampingi Prabowo Panen Raya, Ahmad Luthfi Sebut Budidaya Udang Memiliki Prospek Bagus |
|
|---|
| Kisah Para Korban BLN, Dokter Perawat dan Guru Setor Ratusan Juta, Malah Berakhir Terbelit Utang |
|
|---|
| Telusuri Aliran Dana Rp 4,6 Triliun, Polisi Blokir 132 Rekening Terkait Sindikat Koperasi BLN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250730_Para-pengusaha-dan-Perajin-Mebel-di-Jawa-Tengah_1.jpg)