Rabu, 6 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Kisah Sukses Sweet Sundae, Es Krim Lokal Yang Mendunia Hingga Bernilai Miliaran Rupiah

Dari praktikum kampus hingga menembus pasar ekspor bernilai miliaran rupiah, itulah perjalanan manis Sweet Sundae.

Tayang:
Tribunjateng/Permata Putra Sejati 
SWEET SUNDAE - Kepala Marketing Sweet Sundae, Sarah Hestiani saat menunjukan es krim Sweet Sundai di rumah produksinya di Yogyakarta, Selasa (29/7/2025). Usaha es krim asal Yogyakarta ini kini memasok produk ke hotel, restoran, kafe, hingga supermarket di berbagai daerah, bahkan mengekspor ke Uni Emirat Arab (UEA). 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Dari praktikum kampus hingga menembus pasar ekspor bernilai miliaran rupiah, itulah perjalanan manis Sweet Sundae.

Usaha es krim dan gelato asal Yogyakarta ini kini memasok produk ke hotel, restoran, kafe, hingga supermarket di berbagai daerah, bahkan mengekspor ke Uni Emirat Arab (UEA).

Owner Sweet Sundae, Yuki Rahmayanti bersama suaminya, Andromeda Sindoro, awalnya adalah seorang mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Baca juga: Nasib Stan Es Krim Alkohol 40 Persen Disegel Satpol, Penjual Ikut Terancam Sanksi

Keduanya aktif mengikuti praktikum pembuatan es krim dan menjadi asisten dosen.

Dari kegiatan tersebut, mereka kerap ikut mendampingi dosen ke peternak sapi perah.

"Dari situ kami melihat harga susu sapi perah saat itu sangat rendah di tingkat peternak.

Ketika mengikuti Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) tahun 2008, kita kembangkan penelitian menjadi produk es krim sebagai solusi meningkatkan nilai jual susu," ujar Yuki Rahmayanti kepada Tribunjateng.com. dalam zoom meeting bersama media di Banyumas Raya, Rabu (30/7/2025).

Kepala Marketing Sweet Sundae, Sarah Hestiani menambahkan Sweet Sundae lahir di area kampus UGM pada 2008.

Awalnya hanya berjualan antar-fakultas.

Tahun 2011, usaha ini pindah ke Jalan Lempongsari, Blok C18A, Yogyakarta, sekaligus melakukan rebranding dari "Sweet Sundae Es Krim" menjadi "Sweet Sundae" dengan menambah produk lain seperti gelato.

Perkembangan bisnis tak berhenti dan terus berinovasi. 

Saat pandemi Covid-19 tahun 2019, Sweet Sundae sempat memproduksi susu pasteurisasi untuk kebutuhan isolasi mandiri (isoman).

Saat itu, permintaan susu harian bahkan mencapai 50 liter karena masyarakat berebut asupan bergizi sebagai pengganti susu beruang.

Kini, produk Sweet Sundae tak hanya es krim dan gelato, tetapi juga yogurt, susu pasteurisasi, susu evaporasi, kental manis, dan butter.

Produk-produk ini menjadi andalan untuk pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved