Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

"Panas Poll Bikin Pusing" Panas Terik di Kota Semarang, Suhu Hari Ini 35 Derajat Celcius

Pantauan melalui kanal resmi BMKG, suhu udara di Kota Semarang saat ini, Minggu (3/8/2025) mencapai 35 derajat Celsius.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/IDAYATUL ROHMAH
SUHU SEMARANG - Tangkapan layar kondisi suhu udara di Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Minggu (3/8/2025). Warga Semarang mengeluhkan kondisi panas terik dalam beberapa hari ini dan disebut BMKG adalah kondisi normal di musim kemarau. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Cuaca panas terik melanda Kota Semarang, Minggu (3/8/2025) siang.

Pantauan melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu udara di kota ATLAS ini bahkan mencapai 35 derajat Celsius.

Warga Semarang, Zulfa (24) menjadi yang salah satu merasakan dampaknya secara langsung.

Baca juga: Cerita Warga Klipang Semarang Terpaksa Mengungsi Hindari Asap Tebal dari Arah Brown Canyon

Baca juga: KA Anjlok di Subang Tunda Belasan Perjalanan Kereta Api dari Stasiun Tawang Semarang

Dia yang beraktivitas di luar rumah mulai pukul 10.00 hingga pukul 13.00 menyebut jika suhu panas terasa sangat menyengat di kulit.

Dia baru saja melintasi kawasan Tembalang menuju Mugassari, Semarang Selatan.

"Di kulit terasa panas banget, gerah."

"Walaupun ada angin, rasanya tetep panas," kata Zulfa menggambarkan cuaca siang ini kepada Tribunjateng.com, Minggu (3/8/2025).

Menurutnya, kondisi semakin tidak nyaman saat harus melintasi jalan raya yang terpapar matahari langsung.

"Panas poll sampai bikin pusing."

"Harus banyak minum air putih supaya terhidrasi karena bikin haus terus," tambahnya.

Gelombang panas yang melanda Kota Semarang tak hanya membuat warga merasa gerah, tetapi juga memengaruhi pola aktivitas harian mereka.

Selain Zulfa, warga lainnya, Utami (30) juga merasakan dampak cuaca terik dalam beberapa hari terakhir.

"Ya, panas sekali di luar."

"Saya sampai malas keluar siang hari."

"Kalau keluar siang hari harus pakai pakaian panjang dan sarung tangan."

"Kacamata juga tidak boleh ketinggalan karena udara panas kadang membuat mata perih," ujar Utami.

Untuk menghindari paparan panas matahari yang menyengat, Utami memilih bekerja dari kafe yang memiliki fasilitas pendingin ruangan. 

Dia baru keluar ruangan setelah matahari mulai terbenam.

Baca juga: Warga Protes Truk Proyek Tol Semarang-Demak Bikin Jalan Rusak, CRBC Wika PP Janji Tindaklanjuti

Baca juga: 20 Sekolah Se-Jawa Tengah Ikuti Lomba Kreasi Baris-berbaris dan Tata Upacara Bendera di Semarang

"Saya cari yang ber-AC dan baru keluar kafe habis magrib atau malam hari saat sudah tidak panas."

"Keluar kos kalau bisa sebelum pukul 10.00, karena setelahnya biasanya sudah panas minta ampun," terangnya.

Menurutnya, cuaca panas ini juga berdampak pada kondisi kesehatannya.

"Kepala saya sampai sering sakit karena kepanasan dan saya harus minum obat untuk meredakannya," ungkapnya.

Kondisi Normal di Musim Kemarau

Terpisah, Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Farita Rachmawati mengatakan, kondisi suhu udara yang tinggi tersebut masih dalam kategori normal untuk musim kemarau.

Dia menjelaskan, suhu yang terjadi saat ini merupakan bagian dari fenomena alamiah musim kemarau.

"Suhu masih dalam kondisi wajar dan normal."

"Sesuai data, suhu tertinggi sepanjang 2024 sejauh ini berada di kisaran 36 hingga 37 derajat Celsius, terutama tercatat pada Agustus hingga September," sebutnya.

Farita menegaskan, suhu tinggi tersebut bukan disebabkan oleh rendahnya tingkat kelembapan udara.

Menurutnya, kelembapan udara selama musim kemarau masih dalam batas normal.

"Bulan karena kelembapan udara."

"Untuk nilai kelembapan udara selama musim kemarau tercatat normal," jelasnya.

Meski cuaca panas mendominasi, masih ada potensi hujan di beberapa wilayah Jawa Tengah, termasuk Kota Semarang.

"Hari ini juga ada potensi hujan untuk Jawa Tengah dan sudah terjadi."

"Untuk Kota Semarang sendiri juga ada potensi hujan ringan," tambahnya. (*)

Baca juga: Tim Patroli Siraju Polres Jepara Tiap Malam Keliling Kota Ukir: Demi Menjaga Kamtibmas

Baca juga: Sosok Marsma Fajar Adriyanto, Penerbang Jet Tempur F16, Korban Tewas Pesawat Latih Jatuh di Bogor

Baca juga: Wali Kota Tegal Dedy Yon Harap MPS Indonesia Berkontribusi dalam Giat Kemanusiaan

Baca juga: Insiden Pesawat Latih Jatuh di Bogor: Marsma TNI Fajar Adriyanto Tewas, Satu Rekannya Kritis

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved