Horizzon
Sebelum Revolusi Silent
Simbol bajak laut merupakan satire dari salah kelola negara yang ulang tahun yang ke-80 akan kita peringati, pada 17Agustus tahun ini
Penulis: Ibnu Taufik Juwariyanto | Editor: abduh imanulhaq
Saya rasa, tak ada yang bisa menyangkal bahwa kekuatan-kekuatan besar, yaitu kekuatan oligarki sedang mengakui sisi kesepakatan suci yang dibuat oleh pendiri bangsa ini. Saya harus katakan, praktik pengkhianatan ini sesungguhnya sudah ada sejak kesepakatan dibuat. Hanya saja cara dan bentuknya yang barangkali semakin ke sini semakin ngawur.
Pengingkaran atas kesepakatan ini sebenarnya bisa diantisipasi dengan hukum yang tegak berdiri sehingga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia sebagai tujuan kesepakatan tetap bisa tegak berdiri. Namun jika hukum juga sudah dikuasai, maka tak heran rasanya jika perlawanan mulai muncul. Bendera One Piece bajak laut adalah satu di antara bentuk perlawanan yang muncul.
Masalahnya, pengkhianat atas kesepakatan suci berdirinya negara ini saat ini melekat pada kekuasaan. Situasi itulah yang membuat mereka dengan mudahnya menarasikan sebagai penjaga keutuhan negara sekaligus dengan mudahnya menuding pihak lain yang ingin menyuarakan keresahan atas bangsa ini sebagai sesuatu yang dianggap membahayakan.
Bendera One Piece bajak laut harus dimaknai sebagai indikator pengingat atas melencengnya pengelolaan negara ini. Fenomena ini harus dimaknai serius, sebelum nanti lahir orang-orang yang meyakini bahwa negara ini hanya bisa diatasi oleh orang-orang yang menyuarakan revolusi dalam kesenyapan atau revolusi silent. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ibnu-Taufik.jpg)