Berita Pati
Setelah PBB Pati Batal Naik: Massa Aksi Unjuk Rasa 13 Agustus Terbelah
Massa aksi unjuk rasa 13 Agustus 2025 Pati mulai terbelah setelah bupati Pati putuskan PBB batal naik
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah
Senada, Koordinator Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi), Sahal Mahfudh, mengatakan bahwa Bupati Sudewo sudah memenuhi tuntutannya.
Selain tuntutan untuk menurunkan tarif PBB-P2, juga tuntutan untuk mengembalikan sistem pembelajaran 5 hari sekolah menjadi 6 hari sekolah.
“Namun demikian, acara 13 Agustus kami tetap berangkat, tapi untuk merayakan kemenangan rakyat. Insyaa Allah akan ada acara khataman dan istighosah. Nirakati Pati, nirakati kemerdekaan, nirakati Indonesia, kerukunan dan persatuan Indonesia,” jelas dia.
Sahal mengatakan, momen 13 Agustus nanti harus menjadi ajang silaturahim. Sebab, menjaga keutuhan NKRI jauh lebih penting. Terlebih, tuntutan juga sudah diakomodasi.
“Kami akan datang 13 Agustus (ke Alun-Alun Pati) dalam keadaan damai. Teman-teman yang berangkat nanti jangan ditunggangi hawa nafsu dan setan. Karena setan itu suka pada kerusakan, suka pada permusuhan, suka pada pertumpahan darah. Sementara mazhab kita menjaga lisan dari caci maki dan menjaga tangan dari tumpahnya darah setetes pun di muka bumi,” tegas dia.
Bupati Pati Ajak Jaga Kondusivitas Momen Kemerdekaan
Sementara, Bupati Pati Sudewo berterima kasih pada Kapolresta dan Dandim yang telah memfasilitasi pertemuannya dengan para aktivis.
“Sudah kumpul, curhat-curhatan, dengan teman-teman aktivis ini berkat bantuan Kapolresta dan Dandim. Kami saling curhat, jadi plong, bisa tahu isi hati masing-masing,” kata dia.
Sudewo menambahkan, karena pihaknya sudah memenuhi tuntutan mereka secara tuntas, maka para aktivis tersebut berkomitmen untuk bersama-sama menjaga situasi aman dan kondusif.
“Jadi nanti tanggal 13 Agustus bukan demo, melainkan diganti acara tasyakuran dan doa bersama untuk Pati, supaya situasi Pati yang kelihatannya panas ternyata baik-baik saja, rakyatnya rukun,” kata dia.
Namun demikian, Sudewo menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menganggap tabu aksi demonstrasi. Baginya, itu merupakan salah satu cara menyampaikan aspirasi. Yang penting, jangan anarkis dan jangan sampai membuat kegaduhan.
“Karena kalau anarkis, yang rugi bukan saya, tapi rakyat Pati sendiri. Kalau Pati gaduh, mengganggu iklim investasi. Investor jadi tidak mau datang, padahal itu untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” kata dia.
Sudewo berharap semua pihak bisa menahan diri demi menjaga momentum peringatan kemerdekaan 17 Agustus.
“Jangan sampai proses atau acara momentum perayaan ini dinodai, sedikit pun jangan sampai. Kalau ada letupan sedikit saja, Pati akan viral se-Indonesia. Kita jaga marwah Indonesia di dunia internasional. Dunia akan menyoroti, mereka akan menilai indonesia tidak kondusif, padahal Indonesia butuh investasi,” tandas dia.
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Tetap Demo
Koordinator Lapangan (Korlap) Penggalangan Donasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istiyanto, mengatakan bakal tetap berunjuk rasa pada 13 Agustus 2025 sekalipun Sudewo menyatakan telah membatalkan kebijakan kenaikan PBB-P2.
Teguh meyakini, jika benar Sudewo membatalkan kenaikan pajak, hal itu bukan karena hati nurani, melainkan karena terpaksa akibat tekanan publik.
| Kronologi 3 Pencuri Kapal Nelayan di Pati Ditangkap Usai Gasak Aki dan 3 Ribu Liter Solar |
|
|---|
| Telat Bayar BPJS Kesehatan 2 Bulan, Botok Pati Ditagih Rp 980 Ribu: Perhitungan Saya Rp 280 Ribu |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Pria Kurir Frozen Food Tewas di Kamar Kos Pati Kidul |
|
|---|
| Ratusan Loyalis Bupati Pati Nonaktif Sudewo Siap Kawal Sidang Perdana di Pengadilan Tipikor Semarang |
|
|---|
| Nasib Gadis 14 Tahun Asal Lampung Harus Menggelandang di Pati, Tergiur Gaji Rp 5 Juta Perbulan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20250809_DAMAI.jpg)