Sabtu, 13 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Setelah PBB Pati Batal Naik: Massa Aksi Unjuk Rasa 13 Agustus Terbelah

Massa aksi unjuk rasa 13 Agustus 2025 Pati mulai terbelah setelah bupati Pati putuskan PBB batal naik

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah
Istimewa
PUTUSKAN DAMAI - Bupati Pati Sudewo dan sejumlah aktivis berfoto usai berdialog di salah satu restoran di Jalan Diponegoro Pati, Jumat (8/8/2025) petang. Beberapa kelompok massa, di antaranya Gerakan Pati Bersatu (Gerpab) yang dikomandoi Cahya Basuki alias Yayak Gundul dan Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) yang dikoordinatori Sahal Mahfudh, mengurungkan niat berunjuk rasa pada 13 Agustus karena tuntutan mereka sudah dipenuhi. 

Senada, Koordinator Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi), Sahal Mahfudh, mengatakan bahwa Bupati Sudewo sudah memenuhi tuntutannya.

Selain tuntutan untuk menurunkan tarif PBB-P2, juga tuntutan untuk mengembalikan sistem pembelajaran 5 hari sekolah menjadi 6 hari sekolah.

“Namun demikian, acara 13 Agustus kami tetap berangkat, tapi untuk merayakan kemenangan rakyat. Insyaa Allah akan ada acara khataman dan istighosah. Nirakati Pati, nirakati kemerdekaan, nirakati Indonesia, kerukunan dan persatuan Indonesia,” jelas dia.

Sahal mengatakan, momen 13 Agustus nanti harus menjadi ajang silaturahim. Sebab, menjaga keutuhan NKRI jauh lebih penting. Terlebih, tuntutan juga sudah diakomodasi.

“Kami akan datang 13 Agustus (ke Alun-Alun Pati) dalam keadaan damai. Teman-teman yang berangkat nanti jangan ditunggangi hawa nafsu dan setan. Karena setan itu suka pada kerusakan, suka pada permusuhan, suka pada pertumpahan darah. Sementara mazhab kita menjaga lisan dari caci maki dan menjaga tangan dari tumpahnya darah setetes pun di muka bumi,” tegas dia.

Bupati Pati Ajak Jaga Kondusivitas Momen Kemerdekaan

Sementara, Bupati Pati Sudewo berterima kasih pada Kapolresta dan Dandim yang telah memfasilitasi pertemuannya dengan para aktivis.

“Sudah kumpul, curhat-curhatan, dengan teman-teman aktivis ini berkat bantuan Kapolresta dan Dandim. Kami saling curhat, jadi plong, bisa tahu isi hati masing-masing,” kata dia.

Sudewo menambahkan, karena pihaknya sudah memenuhi tuntutan mereka secara tuntas, maka para aktivis tersebut berkomitmen untuk bersama-sama menjaga situasi aman dan kondusif.

“Jadi nanti tanggal 13 Agustus bukan demo, melainkan diganti acara tasyakuran dan doa bersama untuk Pati, supaya situasi Pati yang kelihatannya panas ternyata baik-baik saja, rakyatnya rukun,” kata dia.

Namun demikian, Sudewo menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menganggap tabu aksi demonstrasi. Baginya, itu merupakan salah satu cara menyampaikan aspirasi. Yang penting, jangan anarkis dan jangan sampai membuat kegaduhan.

“Karena kalau anarkis, yang rugi bukan saya, tapi rakyat Pati sendiri. Kalau Pati gaduh, mengganggu iklim investasi. Investor jadi tidak mau datang, padahal itu untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” kata dia.

Sudewo berharap semua pihak bisa menahan diri demi menjaga momentum peringatan kemerdekaan 17 Agustus.

“Jangan sampai proses atau acara momentum perayaan ini dinodai, sedikit pun jangan sampai. Kalau ada letupan sedikit saja, Pati akan viral se-Indonesia. Kita jaga marwah Indonesia di dunia internasional. Dunia akan menyoroti, mereka akan menilai indonesia tidak kondusif, padahal Indonesia butuh investasi,” tandas dia.

Aliansi Masyarakat Pati Bersatu Tetap Demo

TUNTUT SUDEWO LENGSER - Koordinator Lapangan (Korlap) Penggalangan Donasi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istiyanto, memberikan keterangan pada wartawan di posko depan Kantor Bupati Pati, Jumat (8/8/2025) pagi. Dia mengatakan bakal tetap menggelar unjuk rasa 13 Agustus sekalipun Bupati Sudewo membatalkan kenaikan tarif PBB-P2.
TUNTUT SUDEWO LENGSER - Koordinator Lapangan (Korlap) Penggalangan Donasi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istiyanto, memberikan keterangan pada wartawan di posko depan Kantor Bupati Pati, Jumat (8/8/2025) pagi. Dia mengatakan bakal tetap menggelar unjuk rasa 13 Agustus sekalipun Bupati Sudewo membatalkan kenaikan tarif PBB-P2. (TribunJateng.com/Mazka Hauzan Naufal)

Koordinator Lapangan (Korlap) Penggalangan Donasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, Teguh Istiyanto, mengatakan bakal tetap berunjuk rasa pada 13 Agustus 2025 sekalipun Sudewo menyatakan telah membatalkan kebijakan kenaikan PBB-P2.

Teguh meyakini, jika benar Sudewo membatalkan kenaikan pajak, hal itu bukan karena hati nurani, melainkan karena terpaksa akibat tekanan publik.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
VS
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved