Jumat, 12 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Pati

Setelah PBB Pati Batal Naik: Massa Aksi Unjuk Rasa 13 Agustus Terbelah

Massa aksi unjuk rasa 13 Agustus 2025 Pati mulai terbelah setelah bupati Pati putuskan PBB batal naik

Tayang:
Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: muslimah
Istimewa
PUTUSKAN DAMAI - Bupati Pati Sudewo dan sejumlah aktivis berfoto usai berdialog di salah satu restoran di Jalan Diponegoro Pati, Jumat (8/8/2025) petang. Beberapa kelompok massa, di antaranya Gerakan Pati Bersatu (Gerpab) yang dikomandoi Cahya Basuki alias Yayak Gundul dan Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) yang dikoordinatori Sahal Mahfudh, mengurungkan niat berunjuk rasa pada 13 Agustus karena tuntutan mereka sudah dipenuhi. 

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Massa aksi unjuk rasa 13 Agustus 2025 Pati mulai terbelah. Sebagian simpul massa memutuskan batal berdemonstrasi karena merasa tuntutan mereka sudah dipenuhi oleh Bupati Pati Sudewo.

Sementara, masih ada pula kelompok yang mengatakan bakal tetap menggelar aksi unjuk rasa dengan tuntutan Sudewo lengser.

Kelompok yang memutuskan batal berunjuk rasa di antaranya ialah Gerakan Pati Bersatu (Gerpab) yang dikomandoi Cahya Basuki alias Yayak Gundul dan Aliansi Santri Pati untuk Demokrasi (Aspirasi) yang dikoordinatori Sahal Mahfudh.

Mereka menyatakan tetap akan datang pada aksi 13 Agustus, namun konsep kegiatan bukan lagi unjuk rasa, melainkan tasyakuran dan istighosah.

Hal itu mereka sampaikan usai berdialog dengan Bupati Pati Sudewo di sebuah restoran di Jalan Diponegoro, Jumat (8/8/2025) sore hingga malam.

Pertemuan tersebut, menurut Sudewo, difasilitasi oleh Kapolresta Pati Kombespol Jaka Wahyudi dan Dandim Pati Letkol Arm Timotius Yogi.

Baca juga: Bupati Pati Sudewo Tetap Salahkan Pendemo : Mereka Tidak Pernah Meminta Komunikasi

Yayak Gundul Jelaskan Alasan Urungkan Demo

Koordinator Gerpab, Yayak Gundul, bahkan menerbitkan surat khusus yang menyatakan pembatalan aksi unjuk rasa.

Dia mengatakan, pihaknya sudah tidak punya alasan lagi untuk “berkonflik” dengan Bupati Pati Sudewo.

Sebab, tuntutannya agar kebijakan kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) dibatalkan sudah dipenuhi.

“Hari ini dengan kerendahan hati dan kelegowoan, Bapak Bupati Sudewo hadir diskusi memberi penjelasan terkait isu yang terjadi di Pati yaitu kenaikan PBB-P2. Alhamdulillah dibatalkan. Oleh sebab itu mohon teman-teman semua warga Pati supaya diimbau, karena tuntutan sudah dipenuhi, mohon tanggal 13 tidak ada kegiatan yang mengatasnamakan itu,” kata Yayak.

Dia mengajak masyarakat Pati agar menjaga kondusivitas. Jangan sampai dimasuki pihak tidak bertanggungjawab yang sengaja ingin Pati gaduh.

“Kenyatannya bupati mau duduk bareng, minum kopi bareng. Jangan ada opini Bupati Sudewo tidak mau bertemu warganya. Ini kita buktikan hari ini, bukan karena saya dibayari Pak Sudewo,” kata dia.

Dia berharap masyarakat lebih arif dalam bermedia sosial. Karena Sudewo sudah memenuhi tuntutan, menurutnya seharusnya tidak ada lagi berita negatif dengan narasi provokatif.

Dirinya pribadi, lanjut Yayak, sejak awal hanya memperjuangkan aspirasi masyarakat yang keberatan dengan kenaikan tarif PBB-P2.

“karena Pak Sudewo sudah menyadari tuntutan rakyat, kebijakan dibatalkan, maka bagi saya tidak ada alasan lagi untuk demo. Yang kita perjuangkan sudah dikasih, ngapain lanjut ke demo? Walaupun saya tahu teman-teman banyak yang tidak terima dengan keputusan saya ini,” tutur dia.

Aliansi Santri Alihkan Demo jadi Khataman dan Istighosah

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
2 - 1
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved