Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Otomotif

Viral BYD Tersambar Petir Tiga Kali, Benarkah Mobil Listrik Lebih Rawan?

Viral di media sosial mobil listrik BYD tersambar petir tiga kali berturut-turut. Dalam video yang beredar petir selalu menyasar mobil BYD Song Plus.

Editor: rival al manaf
(Sanyan Tech via Car News China)
Mobil listrik BYD Song Plus yang tersambar petir. 

TRIBUNJATENG.COM - Viral di media sosial mobil listrik BYD tersambar petir tiga kali berturut-turut.

Dalam video yang beredar petir selalu menyasar mobil BYD Song Plus itu dalam waktu berdekatan.

Diketahui, peristiwa itu terjadi di China, bukan di Indonesia.

Meski demikian, video itu cukup menyita perhatian lantaran mobil listrik mulai banyak diminati oleh masyarakat. 

Baca juga: Klarifikasi Wuling Soal Harga Mobil Listrik Binguo Turun Hingga Ratusan Juta, Pemilik Buat Petisi

Baca juga: Driver Ojol Tewas dan Penumpang Kritis Ditabrak Mobil Listrik, Sopir Diduga Mabuk

Komponen utama mobil listrik sendiri mengandalkan baterai selaku penampung daya listrik, dan motor listrik selalu penggeraknya.

Fakta tersebut memunculkan spekulasi, bahwa mobil listrik lebih rentan tersambar petir.

Lantas, seperti apa faktanya?

Head of Nissan Academy PT Nissan Motor Distributor Indonesia (NMDI) mengatakan, sebenarnya kasus mobil tersambar petir beberapa kali terjadi juga di mobil bensin, jadi tidak ada kaitannya dengan penggunaan mobil listrik.

“Potensi petir menyambar mobil bisa dibilang sama, dari bahannya sendiri mobil terbuat dari logam, tak lepas dari sifat konduksi yang bisa menghantarkan listrik,” ucap Jamal kepada Kompas.com, Senin (11/8/2025).

Pemicu sambaran petir sendiri, berasal dari beda potensial muatan listrik antara awan dan bumi, atau antar awan.

Ketika perbedaan semakin besar, ionisasi udara terjadi, membentuk saluran ionisasi dari awan menuju tanah, dan streamer (ion positif) naik dari tanah menuju awan.

Ketika saluran ionisasi dari awan dan streamer dari tanah bertemu, terjadi pelepasan muatan listrik sangat besar, yang biasa dilihat sebagai kilatan petir.

Benda tinggi seperti pohon, tiang, atau bangunan cenderung menjadi titik pertemuan petir karena posisinya yang lebih dekat dengan awan.

Selain itu, permukaan bumi lembap, terutama dengan adanya air, dapat menjadi konduktor yang baik bagi petir.

Benda-benda seperti logam, terutama yang berada di luar ruangan, dapat menjadi perantara petir menyambar.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved