Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tangis Paskibraka Pecah, Insiden Bendera Merah Putih Terbaik Terjadi di Mamasa dan Surabaya

Terlihat pasukan pengibar bendera hendak menarik bendera. Tanda persiapan pengibaran. Namun bendera nampak terbalik

Tayang:
Editor: muslimah
Tribun sulbar
BENDERA TERBALIK - Pengibaran bendera merah putih dalam upacara bendera HUT ke-80 RI di Tribun Kondosapata Kelurahan Mamasa Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Minggu (17/08/2025). Nampak bendera merah putih terbalik saat hendak ditarik Paskibra. - Atas inisden tersebut sejumlah Paskibraka menangis  

TRIBUNJATENG.COM – Insiden saat pengibaran bendera merah putih di upacara HUT ke-80 RI terjadi di Mamasa, Sulawesi Barat dan di Surabaya, Jawa Timur.

Insiden tersebut berupa merah putih yang tak sengaja dipasang terbalik.

Insiden pengibaran merah putih terbalik ini pun viral di media sosail.

Insiden tersebut sontak membuat tangisan Paskibraka yang bertugas pecah setelah acara upacara bendara dan pengibaran selesai.

Baca juga: Ketika Eks Napi Teroris dan Mantan Aktivis Jamaah Islamiyah Ikut Upacara HUT RI di Alun-alun Kudus

Atas insiden tersebut, bahkan Bupati Mamasa sampai meminta maaf

Momen insiden bendera terbalik ini sempat terekam dan viral di media sosial.

Satu di antarnaya video yang diunggah akun Instagram @pembasmi.kehaluan.reall.

Dalam video yang beredar menampilkan upacara bendera merah putih di Lapangan Tribun Kondosapata Jl Demmajannang Kelurahan Mamasa Kabupaten Mamasa, Minggu (17/8/2025).

Terlihat pasukan pengibar bendera hendak menarik bendera.

Tanda persiapan pengibaran.

Namun bendera nampak terbalik.

Merah di bawah dan putih di atas, seperti bendera milik negara Polandia.

Akibatnya, proses pengibaran sang merah putih sontak jadi perhatian peserta upacara.

Nampak pelatih upacara berlari menghampiri pasukan pengibar bendera tersebut.

Ketiga pengibar bendera itu kemudian mengikat ulang bendera.

Upacara kemudian dilanjut kembali dengan lancar.

Bupati Mamasa, Welem Sambolangi, meminta maaf atas insiden bendera terbalik pada seremoni HUT ke-80 RI.

Insiden saat pengibaran bendera merah putih namun itu di luar kehendak.

Paskibra yang gugup mungkin menjadi penyebabnya, meskipun persiapan sudah berlangsung selama dua pekan.

"Tidak ada yang mau salah dalam berbuat, karena itu kita ambil sisi positifnya saja," ujar Welem saat dikonfirmasi di Lapangan Kondosapata.

Kejadian yang sama lainnya juga terjadi saat upacara peringatan HUT RI di Balai Kota Surabaya, sempat diwarnai terbaliknya bendera merah putih, Minggu (17/8/2025).

Setelah dilakukan perbaikan, upacara tetap dilanjutkan dan bendera merah putih kembali dikibarkan.

Insiden tersebut terjadi setelah bendera diikat pada tali oleh petugas pengibar.

Saat tali pengerek bendera ditarik, diketahui sisi putih terlihat berada di posisi atas.

Masing-masing pengibar dari Tim Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Pemkot Surabaya lantas melakukan perbaikan.

Tidak butuh waktu lama, bendera kembali diperbaiki dan dikerek dengan konfigurasi merah putih.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yang bertindak sebagai Inspektur Upacara tetap memberikan apresiasi.

Selesai upacara, dia mendatangi regu Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dan memberikan motivasi.

Eri mengapresiasi mental para pengibar.

"Tadi saya sampaikan kepada adik-adik Paskibraka, jangan pernah surut. Ketika ada salah, keliru benderanya, maka tidak dibuka oleh dia," kata Eri kepada jurnalis.

Dia mengatakan, kesalahan merupakan hal yang biasa.

Paling penting, bagaimana sikap pengibar tesebut memberikan respons.

"Bagaimana dia tetap tenang, bagaimana teman-temannya mensupport, maka di situlah dia kembali membenarkan bendera itu. Lihat ketika bendera itu dibentangkan, bendera itu tetap merah putih,” ujar politisi PDIP ini.

Cak Eri, sapaan Eri Cahyadi yang juga purna Paskibraka tersebut menjelaskan, ketenangan, kekompakan, dan rasa kekeluargaan adalah kekuatan dalam menyelesaikan tugas tersebut.

Setelah nantinya kembali ke masyarakat, Paskibraka bisa menjadi teladan bagi generasi muda.

"Saya katakan, kalian tidak ada kesalahan, kalian adalah orang yang luar biasa, kalian memiliki mental yang luar biasa. Upacara tetap berjalan dengan lancar sampai akhir,” tegasnya di hadapan para Paskibraka.

Paskibraka Surabaya berhasil menunjukkan kemampuan menghadapi tekanan dengan penuh tanggung jawab.

"Itulah dibutuhkan mental yang bagus, dibutuhkan kebersamaan, dibutuhkan kekeluargaan," katanya.

"Maka, saya katakan kepada mereka, kalian adalah yang terbaik, dan kalian adalah pilihan orang-orang Surabaya untuk mewakili anak-anak muda Surabaya tingkat SMA/SMK untuk menjadi pengibar bendera.

Saya tetap memberikan apresiasi,” pungkasnya.

(TribunJabar)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved