Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Ledakan Terjadi saat Warga Sibuk Ambil Minyak

Kobaran api masih tampak di lokasi kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Senin (18/8) siang.

Tayang:
Dok. BPBD BLORA
KEBAKARAN SUMUR MINYAK - Kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, hingga Senin (18/8/2025) siang api belum padam. (Dok. BPBD BLORA) 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Kobaran api masih tampak di lokasi kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Senin (18/8) siang. 

Meski sempat diguyur hujan, api dan kepulan asap masih jelas tampak hingga pukul 14.20.

Pantauan di lapangan, hujan di kawasan tersebut turun sebanyak tiga kali, tetapi api dari sumur minyak masih terus menyala hebat hingga sore hari.

Baca juga: Sudah 2 Hari, Api Kebakaran Sumur Minyak di Blora Belum Padam, Polisi Ungkap Kendala

Setidaknya hujan dan gerimis tiga kali terjadi, yakni pada pukul 12.00, pukul 13.00, dan 14.00, dengan intensitas sekitar 15 menit.

Hingga pukul 16.00, petugas gabungan masih bersiaga di lokasi sekitar untuk terus berupaya memadamkan api.

Petugas gabungan dari Pertamina, kepolisian, TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), hingga pemadam kebakaran (damkar) masih berusaha untuk memadamkannya.

Sementara itu, korban tewas akibat kebakaran sumur minyak di Desa Gandu, pada Minggu (17/8), bertambah menjadi tiga orang.

Para korban sempat dilarikan ke RSUD dr Soetijono Blora, namun satu di antaranya sudah tewas sebelum mendapat perawatan.

Jenazah ketiganya kini telah dimakamkan.

Adapun dua korban lainnya, terdiri atas seorang ibu dan anak, saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta.

“Yang dirujuk anak dan ibunya, dengan luka bakar 78 persen dan 80 persen,” kata Kabid Pelayanan RSUD dr Soetijono Blora, Farida Laela, Senin.

Kronologi

Kebakaran sumur minyak tersebut terjadi, pada Minggu pukul 11.30.

Selain menimbulkan korban jiwa, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dan beberapa hewan ternak mati akibat terdampak kobaran api.

Sebanyak 50 kepala keluarga (KK) juga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke rumah kerabat untuk menghindari risiko lanjutan.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved