Minggu, 7 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribunjateng Hari ini

Ledakan Terjadi saat Warga Sibuk Ambil Minyak

Kobaran api masih tampak di lokasi kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Senin (18/8) siang.

Tayang:
Dok. BPBD BLORA
KEBAKARAN SUMUR MINYAK - Kebakaran sumur minyak di Dukuh Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, hingga Senin (18/8/2025) siang api belum padam. (Dok. BPBD BLORA) 

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Blora, Mulyowati mengatakan, kebakaran terjadi saat sejumlah warga tengah mengambil minyak yang berada di sekitar lokasi mulut sumur, pada Minggu pukul 11.30.

"Itu aktivitas seperti biasa pas ada pengeboran, mungkin dari masyarakat lingkungan yang ada di sekitar lokasi tidak tahu kalau ada gas beracun, karena adanya gas beracun," kata Mulyowati, saat ditemui di lokasi kebakaran, Senin.

Saat warga tengah sibuk mengambil minyak, lanjut Mulyowati, tiba-tiba terdengar ledakan.

Tak lama kemudian sumur itu mengeluarkan percikan sehingga api dengan mudah merambat.

"Pada pukul 11.30 (sumur) itu sempat meledak, nah itu mengeluarkan percikan api, tapi dengan itu ibu-ibu yang mengambil itu (minyak) tidak sadar kalau itu membahayakan,” kata Mulyowati.

“Sampai akhirnya ada ledakan lagi dan mengakibatkan kebakaran ke badan," tandasnya.

Mulyowati mengatakan, dari api yang membumbung mengakibatkan tiga orang meninggal dunia, yaitu Tanek (60), Sureni (52), kemudian Wasini (50), ketiganya warga Desa Gandu.

"Bu Tanek yang itu langsung meninggal dunia (di lokasi), diikuti Bu Sureni dan Bu Wasini," bebernya.

Selain ketiga orang tersebut seorang ibu, Yeti, dan anak balitanya juga menjadi korban dan dirawat di rumah sakit, karena mengalami luka bakar yang sangat serius.

"Bu Yeti dan anaknya yang kecil, umur 1 tahun 9 bulan. Kondisi saat ini sangat kritis ya, luka bakar. Saat ini ada di RSUP dr Sardjito Yogyakarta," ucapnya.

Selain mengakibatkan korban tewas, ledakan sumur minyak itu juga membakar satu rumah.

Akibat kejadian itu, 55 kepala keluarga harus mengungsi.

Pantauan Tribun Jateng, api masih tampak membara.

Asap hitam juga tampak membumbung tinggi.

Rumah-rumah sekitar lokasi kebakaran minyak tampak ditinggalkan pemiliknya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved