Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Mayat di Reservoir Siranda Semarang

Soroti Penemuan Mayat di Reservoir Siranda, Dewan Minta PDAM Perbaiki Pengamanan

Penemuan sesosok mayat mengapung di reservoir Siranda, Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur .

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG/Rezanda Akbar
PENAMPUNGAN AIR - Reservoir Siranda Warisan Kolonial Belanda sejak 1912 yang masih berfungsi hingga saat ini/TRIBUNJATENG/REZANDA AKBAR D. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Penemuan sesosok mayat mengapung di reservoir Siranda, Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur beberapa hari lalu menghebohkan warga.

Kejadian ini pun menjadi sorotan berbagai pihak, termasuk DPRD Kota Semarang.

Ketua Komisi B DPRD Kota Semarang, Joko Widodo menyatakan, peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bagi PDAM Tirta Moedal sebagai pengelola untuk memperkuat sistem keamanan di seluruh fasilitas vital.

Baca juga: Mengenal Reservoir Siranda, Warisan Kolonial yang Berfungsi Hingga Saat Ini, Aliri Sekitar Simpang 5

Baca juga: Identitas Mayat di Reservoir PDAM Semarang: Ternyata Korban Sudah Hilang Sejak 2 Pekan

Ia mengatakan, pihaknya mendorong PDAM memperketat pengawasan reservoir, menambah sistem pengamanan, dan meningkatkan patroli rutin.

"Hal ini penting untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang,” ungkap Joko Widodo dalam keterangannya, Selasa (19/8/2025).

Ia mengatakan, pihaknya telah melakukan kunjungan langsung bersama rombongan Komisi B DPRD Kota Semarang ke Kantor PDAM di Jalan Kelud Raya, hari ini.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya mengapresiasi langkah manajemen PDAM dalam merespons kejadian.

“Kami mendengar langsung penjelasan dari Dirut PDAM bahwa reservoir Siranda merupakan sistem cadangan yang hanya akan dialirkan bila terjadi gangguan pada suplai utama dari IPA Gajah Mungkur.

Artinya, pasokan air untuk pelanggan tidak menggunakan air dari reservoir Siranda, sehingga distribusi tetap berjalan normal. Selain itu, PDAM juga langsung melakukan pengurasan dan disinfektan sesuai standar prosedur dengan senyawa khusus,” jelasnya.

Sementara itu, Joko Widodo juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan air bersih.

"Air bersih adalah kebutuhan pokok. Komisi B akan terus bersinergi dengan PDAM agar kualitas pelayanan tetap terjaga dan masyarakat memperoleh haknya dengan baik,” katanya. (idy)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved