Update Kabar Sumanto Eks Kanibal Asal Purbalingga, Jadi Bahan Riset Film Labinak: Mereka Ada di Sini
Sosok Sumanto, mantan kanibal asal Purbalingga namanya terdengar lahi. Kali ini karena film berjudul Labinak: Mereka Ada di Sini
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Sosok Sumanto, mantan kanibal asal Purbalingga namanya terdengar lahi.
Kali ini karena film berjudul Labinak: Mereka Ada di Sini.
Film ini mengangkat cerita tentang kanibalisme yang dibungkus ke dalam genre horor psikologis.
Untuk itu, dilakukan riset mendalam soal seluk-beluk kanibalisme.
Demikian dijelaskan Anami Films sebagai rumah produksi yang menaungi film tersebut.
Salah satunya bahkan menjadikan Sumanto, sebagai bahan riset.
Baca juga: Jateng Bersholawat di Batang, Ribuan Warga Doakan Jawa Tengah Makmur dan Berkah
Pratiwi Juliani mengatakan dirinya sempat mewawancarai Sumanto untuk menggali informasi terkait kanibalisme.
"Kami berinteraksi hanya sebatas kami mengorek informasi dari beliau," kata Pratiwi saat ditemui di Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (18/8/2025).
Pratiwi Juliani mengatakan Sumanto kini sudah bertransformasi menjadi manusia yang lebih baik.
"Dan kami melihat bahwa transformasi beliau sebelumnya melalui kasus itu dan sekarang beliau sudah menjadi pribadi yang jauh lebih baik itu menjadi motivasi kami sih," kata Pratiwi Juliani.
Proses riset pun berlangsung cukup menantang karena keterbatasan komunikasi.
Namun, Pratiwi Juliani merasa obrolannya bersama Sumanto cukup untuk pengembangan naskah skenario Labinak.
"Paling keterbatasan komunikasi ya, kita memang harus sabar berkomunikasi dengan beliau. Tapi beliau secara pribadi itu sangat supportif, dan beliau sangat terbuka terhadap pertanyaan-pertanyaan sederhana," kata Pratiwi.
Labinak: Mereka Ada di Sini menceritakan tentang perjuangan seorang ibu tunggal bernama Najwa yang berusaha melindungi putrinya, Yanti, untuk dijadikan tumbal ritual sekte kanibalisme elite milik keluarga Bhairawa.
Film garapan sutradara Azhar Kinoi Lubis ini menampilkan Nayla D Purnama, Raihaanun, Arifin Putra, Jenny Zhang, dan Giulio Parengkuan.
| Pendakian Gunung Slamet di Tahun Baru Tak Lagi Ramai, Tren Pendaki Kini Bergeser ke Akhir Pekan |
|
|---|
| Rehabilitasi Narkoba di Purbalingga Tembus 200 Persen, Mayoritas Pasien Masih Pelajar |
|
|---|
| Kasus Penipuan Online Mendominasi Kejahatan 2025 di Purbalingga, Polres Minta Warga Lebih Waspada |
|
|---|
| Harga Cabai di Pasar Bojong dan Pasar Mandiri Turun, Pedagang Nilai Masih Fluktuatif |
|
|---|
| Indahnya Susunan Batuan Purba di Purbalingga, Puluhan Tahun Tersembunyi di Balik Rerumputan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ist-Instagram-Sumantoofficial.jpg)