Sabtu, 2 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Batang

Penonton Bersorak, Ogoh-ogoh Naga Bersayap Diarak di Karnaval Batang

Berikut ini kreativitas unik ditampilkan dalam karnaval Agustus di Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Minggu (24/8/2025).

Tayang:
TRIBUN JATENG/AGUS SALIM IRSYADULLAH
OGOH-OGOH - Kontingen ogoh-ogoh naga bersayap melakukan atraksi di depan panggung kehormatan dalam gelaran karnaval Agustus di Desa Banaran, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Batang, Minggu (24/8/2025). Replika naga ini dibuat dengan menghabiskan dana sekira Rp8 juta. 

Sedangkan pengiring ialah rombongan berpakaian hitam dan bersayap putih yang menahbiskan diri sebagai pengikut ratu tersebut.

"Ini yang buat teman kami, Saifuddin warga Desa Getas, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang."

"Untuk pasukan pengiringnya, dari kami tidak mematenkan harus sesuai tema naga,"

"Bebas sesuai keinginan masing-masing yang bawa."

"Naga ini namanya the Guardian of Nusantara, filosofinya yakni penjaga Nusantara." ujar operator ogoh-ogoh naga, Fajri.

Dia menerangkan, naga bersayap itu dibuat menggunakan kerangka besi dan menghabiskan total biaya hampir mencapai Rp8 juta.

Dalam proses pengerjaannya, dibutuhkan ketelitian dan kesabaran untuk menciptakan sentuhan realis dengan tingkat detail yang tinggi.

"Sebenarnya ide pembuatan itu hanya 1 orang, kami hanya ikut membantu."

"Pengerjaan sampai sebulan, terinspirasi dari pameran ogoh-ogoh di Magelang beberapa waktu lalu," 

"Dan kami juga sudah minta izin dari pihak sana untuk meniru karyanya, sudah diperbolehkan." tuturnya.

Menurut Fajri, pengerjaan paling sulit dan menguras waktu cukup lama pada bagian pemasangan sisik.

"Untuk sisik kami pakai bahan busa hati."

"Itu sampai habis 40 gulungan," paparnya.

Baca juga: 20 Ribu Sepatu Converse dari KEK Industropolis Batang Dilepas ke Amerika dan Australia

Baca juga: 240 Peserta Ikuti Pelatihan DBHCHT 2025 di Batang, Soft Skill Jadi Kunci Daya Saing

Disewakan

Fajri menuturkan, kreasi ogoh-ogoh naga bersayap awalnya dibuat hanya untuk kepentingan karnaval Agustusan.

Tak disangka, karya milik Saifuddin itu justru laris manis. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved