Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Warga Desak Tambang Granodiorit Baseh Banyumas Ditutup Permanen Karena Ancaman Bencana

Desakan penutupan permanen tambang granodiorit di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, terus menguat.

Tayang:
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
TAMBANG BANYUMAS - Suasana audiensi antara perwakilan warga Baseh dengan sejumlah pejabat seperti dari ESDM Provinsi, anggota dewan, Selasa (9/12/2025). Dalam audiensi itu warga tetap menginginkan agar tambang ditutup. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Desakan penutupan permanen tambang granodiorit di Desa Baseh, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas, terus menguat. 

Ancaman banjir dan longsor yang dinilai mengancam keselamatan warga menjadi sorotan utama dalam rapat bersama DPRD Kabupaten Banyumas dan sejumlah instansi terkait.

Penanggungjawab aksi, Andi Rustomo mengatakan warga tetap menginginkan tambang ditutup secara permanen. 

"Kita juga ingin agar dilakukan normalisasi area lahan seluas 24 hektar, yang terdampak akibat penambangan."

"Kemudian ada kompensasi atas kerusakan itu," katanya, Selasa (9/12/2025). 

Berdasarkan analisa ESDM dan DLH Banyumas memang aktifitas pertambangan itu cenderung melanggar. 

"Kalau dari DPRD tadi siap memberikan rekomendasi agar tambang ditutup dengan pertimbangan-pertimbangan sosial," ucapnya. 

Ia menilai pemberhentian sementara sudah menjelaskan adanya masalah.

Baca juga: BREAKINGNEWS: Warga Baseh Banyumas Demo Minta Tambang di Bukit Jenar Ditutup Total

Karena Ijin Usaha Pertambangan (IUP) semestinya sudah disertai Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL). 

"Selama pemberhentian sementara itu tidak bisa memenuhi UKL dan UPL itu."

"Kalau dari pihak ESDM semestinya UKL UPL itu apakah juga ada pelaporan ke dinas provinsi setiap 6 bulan, dan itu tidak dijawab," katanya. 

Menurutnya kalau itu tetap beroperasi berarti ada yang cacat terkait dengan syarat UKL dan UPL dan persetujuan Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PKPLH). 

Wakil Ketua DPRD Banyumas, Joko Pramono, mengatakan pihaknya mendengar dan menindaklanjuti keresahan masyarakat yang disampaikan melalui berbagai surat, termasuk dari Presidium Gunung Slamet.

"Apa yang menjadi keresahan insha Allah kami coba dengarkan, telaah bersama, dan carikan solusi bersama."

"Surat yang masuk dari presidium Gunung Slamet," ujarnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved