Jumat, 8 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Wisata Air Unggulan di Selatan Banyumas Ditutup Total Dampak Banjir Bandang Gunung Slamet

Sejumlah destinasi wisata air unggulan di wilayah selatan Kabupaten Banyumas terpaksa ditutup total karena disapu material lumpur

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
IST
BANJIR GUNUNG SLAMET - Petugas wisata di Jurug Jenggala Desa Ketenger, Kecamatan Baturraden, Banyumas saat menemukan pipa pipa air bersih jenis HDPE (High-Density Polyethylene), Sabtu (24/1/2026). Pipa-pipa tersebut dipastikan bukan berasal dari pengelolaan wisata setempat. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sejumlah destinasi wisata air unggulan di wilayah selatan Kabupaten Banyumas terpaksa ditutup total karena disapu material lumpur, kayu, dan sampah kiriman banjir.


Cuaca ekstrem memicu banjir bandang di sejumlah sungai lereng Gunung Slamet berdampak serius pada sektor pariwisata. 


Banjir bandang yang membawa material tanah dan debit air tinggi tersebut mengubah wajah kawasan wisata yang biasanya jernih menjadi cokelat pekat. 


Kubangan dan kolam alami yang sebelumnya dalam kini dangkal akibat tertimbun sedimen pasir dan lumpur.


Manager Klaster Banyumas PT Palawi Risorsis, Farachin, mengatakan pihak pengelola terpaksa menghentikan operasional demi keselamatan pengunjung.


"Sementara waktu kita tutup sembari melakukan pembersihan," ujar Farachin, kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (25/1/2026).


Beberapa objek wisata yang berada di bawah pengelolaan Palawi dan terdampak langsung antara lain Telaga Sunyi, Curug Tirta Sela, Curug Gomblang, dan Curug Cipendok.

Baca juga: Balas Kritikan Lewat Gol Kemenangan, Otavio Dutra Singgung Masalah Adaptasi

Baca juga: Wanita Plus Size Tak Perlu Insecure di Hari Pernikahan, Ada Nadya Sriningrum


Menurut Farachin, penutupan dilakukan sebagai langkah darurat dan mitigasi risiko karena kondisi aliran sungai masih belum terkendali.


"Intensitas hujan yang sangat tinggi di puncak Gunung Slamet membuat arus sungai di bagian hilir tidak terkendali. 


Saat ini operasional di beberapa titik wisata air kami hentikan sementara. 


Fokus utama kami adalah keselamatan pengunjung karena kondisi air di lokasi seperti Telaga Sunyi dan Curug Tirta Sela masih sangat keruh dan membawa material sisa banjir," ujarnya.


Pihak pengelola saat ini memprioritaskan proses pembersihan material pasca-banjir, termasuk pengangkutan lumpur dan kayu yang menutup akses wisata. 


Farachin memperkirakan penutupan bisa berlangsung cukup lama.


"Paling cepat sepertinya setengah bulan, atau paling lama satu bulan," katanya.


Tidak hanya wisata di bawah Palawi, destinasi wisata petualangan Damar Payung Adventure yang menawarkan aktivitas body rafting dan tubing di Sungai Pelus juga terdampak. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved