Berita Banyumas
Wisata Air Unggulan di Selatan Banyumas Ditutup Total Dampak Banjir Bandang Gunung Slamet
Sejumlah destinasi wisata air unggulan di wilayah selatan Kabupaten Banyumas terpaksa ditutup total karena disapu material lumpur
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Sejumlah destinasi wisata air unggulan di wilayah selatan Kabupaten Banyumas terpaksa ditutup total karena disapu material lumpur, kayu, dan sampah kiriman banjir.
Cuaca ekstrem memicu banjir bandang di sejumlah sungai lereng Gunung Slamet berdampak serius pada sektor pariwisata.
Banjir bandang yang membawa material tanah dan debit air tinggi tersebut mengubah wajah kawasan wisata yang biasanya jernih menjadi cokelat pekat.
Kubangan dan kolam alami yang sebelumnya dalam kini dangkal akibat tertimbun sedimen pasir dan lumpur.
Manager Klaster Banyumas PT Palawi Risorsis, Farachin, mengatakan pihak pengelola terpaksa menghentikan operasional demi keselamatan pengunjung.
"Sementara waktu kita tutup sembari melakukan pembersihan," ujar Farachin, kepada Tribunbanyumas.com, Minggu (25/1/2026).
Beberapa objek wisata yang berada di bawah pengelolaan Palawi dan terdampak langsung antara lain Telaga Sunyi, Curug Tirta Sela, Curug Gomblang, dan Curug Cipendok.
Baca juga: Balas Kritikan Lewat Gol Kemenangan, Otavio Dutra Singgung Masalah Adaptasi
Baca juga: Wanita Plus Size Tak Perlu Insecure di Hari Pernikahan, Ada Nadya Sriningrum
Menurut Farachin, penutupan dilakukan sebagai langkah darurat dan mitigasi risiko karena kondisi aliran sungai masih belum terkendali.
"Intensitas hujan yang sangat tinggi di puncak Gunung Slamet membuat arus sungai di bagian hilir tidak terkendali.
Saat ini operasional di beberapa titik wisata air kami hentikan sementara.
Fokus utama kami adalah keselamatan pengunjung karena kondisi air di lokasi seperti Telaga Sunyi dan Curug Tirta Sela masih sangat keruh dan membawa material sisa banjir," ujarnya.
Pihak pengelola saat ini memprioritaskan proses pembersihan material pasca-banjir, termasuk pengangkutan lumpur dan kayu yang menutup akses wisata.
Farachin memperkirakan penutupan bisa berlangsung cukup lama.
"Paling cepat sepertinya setengah bulan, atau paling lama satu bulan," katanya.
Tidak hanya wisata di bawah Palawi, destinasi wisata petualangan Damar Payung Adventure yang menawarkan aktivitas body rafting dan tubing di Sungai Pelus juga terdampak.
| Menko Pangan Tekankan SPPG Bukan Sekadar Bisnis Tapi Misi Gizi Bangsa: Untung Seribu Masih Untung |
|
|---|
| Menko Pangan: Rice Milling Modern Siap Dibangun di Banyumas, Dorong Ketahanan Pangan Nasional |
|
|---|
| Diam Seribu Bahasa, Direktur RSUD Banyumas Bungkam Usai Temuan BPK Rp12,7 Miliar |
|
|---|
| Cerita Guru TPQ di Purwokerto Dapat Bantuan RTLH: Kayu Sudah Keropos |
|
|---|
| Jadi Pilot Project Nasional, Banyumas Percepat Digitalisasi Bansos Berbasis IKD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260125_banjir-gunung-slamet.jpg)