Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Hasil Transformasi RSUD Ajibarang Bikin Pasien Serasa Nginap di Hotel, Tak Lagi Tercium Bau Obat

Inilah hasil transformasi RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas yang serasa seperti hotel maupun pusat perbelanjaan.

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: deni setiawan
Istimewa/RSUD AJIBARANG
TRANSFORMASI - Suasana ruang pendaftaran RSUD Ajibarang, Selasa (27/1/2026), RSUD Ajibarang telah sukses melakukan transformasi besar-besaran dengan mengusung konsep pelayanan senyaman hotel dan mall, sekaligus memangkas proses layanan agar secepat perbankan. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Siapa sangka, datang ke rumah sakit pemerintah kini bisa terasa seperti masuk hotel atau pusat perbelanjaan. 

Di RSUD Ajibarang, pasien tidak lagi disambut bau obat dan antrean panjang. Yang dijumpai kini justru aroma kopi, sofa empuk, pendingin ruangan sejuk, hingga area bermain anak.

RSUD Ajibarang Kabupaten Banyumas memang telah dan sedang melakukan transformasi besar-besaran dengan mengusung konsep pelayanan senyaman hotel dan mall.

Ini sekaligus memangkas proses layanan agar secepat perbankan.

Baca juga: Bupati Banyumas: Tol Pejagan-Cilacap Digarap Mulai 2029

Curhat Viral PKL Pleburan Semarang Dipalak Rp20 Ribu oleh Preman, Begini Respon Disdag

Transformasi tersebut dirangkum dalam inovasi bertajuk "Sembilan Wali", yang menekankan kenyamanan pasien, efisiensi layanan, serta pendekatan psikologis dalam penyembuhan.

Direktur RSUD Ajibarang, dr Noegroho Harbani mengatakan, rumah sakit harus berubah mengikuti ekspektasi masyarakat modern yang menuntut pelayanan cepat, ramah, dan nyaman.

"Kami ingin membuang kesan rumah sakit pemerintah itu lambat dan kaku. Kami ubah interior seperti rumah sakit swasta, sofa nyaman, AC dingin, kamar mandi bersih seperti hotel." 

"Bahkan kami hadirkan aroma kopi agar kesan rumah sakitnya hilang, berganti seperti di mall," ujar dr Noegroho, Selasa (27/1/2026).

Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah penggunaan aromaterapi alami melalui kerja sama dengan gerai Roti Kopi.

Aroma kopi sengaja dihadirkan menciptakan rasa nyaman dan mengurangi kecemasan pasien.

Desain interior poliklinik juga diperbarui dengan konsep modern, ruang tunggu luas, sofa empuk, serta pendingin ruangan yang merata.

Tak hanya fisik bangunan, sistem manajemen rumah sakit (SIM RS) juga direformasi.

Sebelumnya proses administrasi berbelit, kini dipangkas menjadi tiga langkah praktis untuk meningkatkan efisiensi.

"Target kami pelayanan sekelas perbankan, cepat dan presisi," katanya.

Di unit farmasi, waktu tunggu obat non-racikan yang sebelumnya bisa mencapai tiga jam kini ditargetkan di bawah 30 menit.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved