Jumat, 22 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Banyumas

Banyumas Barometer Nasional Pengelolaan Sampah

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, secara terang-terangan menyebut Banyumas

Tayang:
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
PELUNCURAN RDF - Aktifitas para pekerja pemilah sampah dalam acara peluncuran fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) dan Recycling Center di TPST Sokaraja Kulon, Kabupaten Banyumas, Selasa (3/2/2026). Capaian pengelolaan yang telah menembus 77 persen, jauh di atas rata-rata nasional. 

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Kabupaten Banyumas kembali mencuri perhatian nasional.

Di tengah seruan "perang melawan sampah" dari pemerintah pusat, daerah ini justru melesat menjadi contoh konkret.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, secara terang-terangan menyebut Banyumas sebagai barometer nasional penanganan sampah berbasis hulu.

Hal itu menyusul capaian pengelolaan yang telah menembus 77 persen, jauh di atas rata-rata nasional.

Apresiasi itu disampaikan Diaz saat menghadiri peluncuran fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) dan Recycling Center di TPST Sokaraja Kulon, Kabupaten Banyumas, Selasa (3/2/2026).

Menurut Diaz, langkah cepat Pemkab Banyumas selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menyerukan perang melawan sampah dalam Rapat Koordinasi Nasional di Sentul.

"Tadi malam diserukan perang melawan sampah, pagi ini Pak Bupati sudah langsung terjun.

Ini menunjukkan daerah bisa menjadi garda terdepan.

Banyumas tidak ragu saya sebut sebagai barometer penanganan sampah," katanya kepada Tribunbanyumas.com.

Diaz menilai, sistem pengelolaan sampah berbasis Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Banyumas berjalan relatif efektif.

Baca juga: BREAKING NEWS: Truk Boks Alami Rem Blong Terguling di Bergas Semarang

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, terdapat sekitar 4.494 TPS3R di Indonesia.

Namun sekitar 35 persen tidak aktif.

Karena itu, KLH mendorong reaktivasi TPS3R dan pembangunan unit baru agar pola lama kumpul - angkut - buang ditinggalkan.

"Banyumas membuktikan pengelolaan dari hulu itu bisa berjalan," ujarnya.

Secara nasional, tingkat pengelolaan sampah baru berkisar 25 - 39 persen, sementara Banyumas sudah mencapai 77 persen.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved