Banyumas
Waspada Pemerasan Bermula Dari Aplikasi Kencan Sugo, Pria Banyumas Diminta Jutaan rupiah
Pemerasan bermula dari aplikasi kencan Sugo membuat seorang pria di Banyumas Jawa Tengah panik.
Penulis: Val | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pemerasan bermula dari aplikasi kencan Sugo membuat seorang pria di Banyumas Jawa Tengah panik.
Ia dimintai uang hingga jutaan rupiah setelah menginstal aplikasi kencan tersebut.
Korban berinisial GH (40), fotonya disandingkan dengan foto perempuan tanpa busana.
Foto itu kemudian dijadikan bahan pemerasan oleh pria yang mengaku wartawan dan akan disebarkan jika tidak membayar nominal tertentu.
Baca juga: Foto saat Video Call Perempuan Diancam Disebarkan, Pria di Banyumas Jadi Korban Pemerasan
Baca juga: Inilah Daftar 6 Kades dari Kecamatan Jaken yang Diperiksa KPK Kasus Dugaan Pemerasan Bupati Sudewo
Dia diancam dan diperas agar membayar biaya sebesar Rp 3,3 juta.
Pelaku mengaku bernama Taufik Ismail dari media Tribunnews.com.
Pemerasan jutaan rupiah itu alasannya untuk membatalkan rencana publikasi berita yang berisi foto GH yang sedang video call dengan perempuan tanpa busana.
GH yang sudah panik, kemudian mendatangi Kantor Tribun Banyumas di Jalan Kranji Purwokerto, Rabu (11/2/2026).
Main Aplikasi Dating
GH bercerita, dia awalnya iseng-iseng mengunduh aplikasi dating atau kencan bernama Sugo.
Saat mengobrol dengan salah satu perempuan, ada yang memberikan nomor WhatsApp.
Perempuan tersebut lalu melakukan video call, saat diangkat dia tidak menggunakan busana.
"Tanpa disadari kita direkam," katanya.
GH mengatakan, perempuan tersebut lalu mengirimkan potongan gambar dia sedang video call.
Ancaman si perempuan akan memviralkan.
"Saya disuruh transfer. Saya sudah transfer pertama Rp 150 ribu, lalu tambah Rp 50 ribu, jadi Rp 200 ribu," ungkapnya.
Mengaku Wartawan
GH semula berpikir setelah transfer kepada perempuan tersebut masalah sudah selesai dan aman.
Tetapi beberapa menit kemudian ada nomor tidak dikenal menghubunginya, foto profilnya menggunakan logo Tribunnews.
Dia mengaku sebagai wartawan Tribunnews.com dari Jakarta dengan nama Taufik Ismail.
Bahkan dia mengirimkan foto id card.
"Bapak itu, memberikan penjelasan SOP agar berita tidak jadi dipublikasikan. Dengan kita tidak mengulangi lagi dan denda sebesar Rp 3,3 juta," jelasnya.
Menurut GH, oknum tersebut juga mengancam jika tidak membayar denda maka akan melaporkannya ke polisi atas laporan konten pornografi.
Pelaku bahkan mencantumkan nama CEO Tribun Network, Dahlan Dahi.
"Saya sempat mencari-cari uang untuk membayar itu, tapi tidak dapat pinjaman. Benar-benar sudah buntu," katanya.
GH mengatakan, saking bingungnya dia kemudian bertanya kepada polisi lalu lintas.
Oleh polisi, dia ditunjukkan kantor resmi Tribun Banyumas.
"Setelah ke Kantor Tribun Banyumas ternyata itu penipuan. Ini pengalaman pertama yang memalukan sebagai laki-laki," ungkapnya.
Imbauan kepada Masyarakat
Content Manager Tribun Banyumas, Rustam Aji mengatakan, kejadian yang menimpa GH bukan yang pertama kali.
Ada orang yang mengatasnamakan Tribun kemudian memeras seseorang.
Modusnya, pertama video call seorang perempuan.
Kemudian tiba-tiba oknum wartawan menghubunginya dengan mengancam akan memuat foto atau video orang yang bersangkutan.
"Kalau tidak memberikan sejumlah uang, ancamannya akan dimuat di media massa. Ini sebenarnya modus yang sudah lama terjadi dan masih terjadi saat ini," ujarnya.
Rustam Aji mengimbau, masyarakat untuk tetap berhati-hati.
Jika mendapatkan telepon dari seseorang, apalagi mengaku wartawan, maka untuk mengonfirmasi kepada kantor redaksi yang bersangkutan.
Untuk wilayah eks karesidenan Banyumas kantor Tribun Banyumas di Jalan Kranji Purwokerto, sedangkan wilayah Semarang dan sekitarnya kantor Tribun Jateng di Jalan Menteri Supeno Semarang.
"Masyarakat untuk berhati-hati dan tidak percaya begitu saja. Karena kami tidak pernah menyarankan atau memerintah wartawan untuk meminta-minta kepada siapapun," jelasnya. (fba)
| Kisah Warga Banyumas Terbantu Sedekah Sayur di Tengah Melonjaknya Harga Bahan Pokok |
|
|---|
| Kebutuhan Rumah Subsidi di Banyuma Capai 6.600 Unit |
|
|---|
| Banyak Warga Banyumas Tak Laporkan Kematian Keluarga Agar Tak Kehilangan Bansos |
|
|---|
| Nasib 60 Juru Parkir Indomaret di Banyumas Setelah Diterapkan Kebijakan Parkir Gratis |
|
|---|
| Potensi Retribusi Parkir Indomaret Seluruh Banyumas Disebut Capai Rp 360 Juta Setahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260211_DATANGI-KANTOR-GH-datangi-kantor-Tribun-Banyumas.jpg)