Rabu, 15 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Cilacap

Kabar Duka, Slamet Warga Cilacap Meninggal setelah Setengah Jam Diserang Tawon Vespa

Kepala Desa Mujur Lor, Sadimun, mengatakan kejadian bermula saat korban hendak memperbaiki dan membersihkan toren air di atas rumahnya

Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: muslimah
Istimewa
TERSENGAT TAWON - Korban Slamet Arifianto (baju putih) dikerubuti puluhan tawon vespa di atap rumahnya di Dusun Pecangakan RT 02 RW 04, Desa Mujur Lor, Kamis (26/2/2026) siang, saat hendak membersihkan toren air hingga mengalami sengatan berulang yang membuatnya kritis sebelum akhirnya meninggal dunia di rumah sakit. 

TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Kabar duka datang dari Desa Mujur Lor, Kecamatan Kroya. Seorang warga bernama Slamet Arifianto meninggal dunia usai diserang puluhan tawon vespa pada Kamis (26/2/2026).

Peristiwa tragis di Dusun Pecangakan RT 02 RW 04, Desa Mujur Lor, Kroya ini sontak mengundang perhatian warga sekitar karena korban mengalami sengatan berulang hingga kondisi kritis.

Kepala Desa Mujur Lor, Sadimun, mengatakan kejadian bermula saat korban hendak memperbaiki dan membersihkan toren air di atas rumahnya.

Baca juga: Pembunuh Baladiva Gadis Kendal Pura-pura Gila Agar Tak Dipidana, Keluarga Ngadu ke Polda Jateng 

“Korban mau benerin toren di atas rumah, tapi di situ ada sarang lebah vespa tidak tahu, lalu tiba-tiba menggerumut,” ujar Sadimun, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan korban sempat terjebak di atas rumah selama kurang lebih setengah jam karena dikerubungi tawon vespa yang terus menyerang.

“Sampai setengah jam belum bisa turun karena digerumut tawon, turun masih bisa jalan tapi saat ditanya sudah tidak terasa,” jelasnya.

Korban kemudian dilarikan ke RS PKU Muhammadiyah Kroya untuk mendapatkan pertolongan pertama sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Banyumas karena kondisinya memburuk.

“Kejadiannya kemarin siang, dibawa ke PKU Kroya lalu dirujuk ke Banyumas, sampai rumah sakit sudah tidak sadar dan meninggal dunia di RSUD Banyumas,” ungkap Sadimun.

Jenazah korban telah dimakamkan pada Jumat pagi di pemakaman setempat dengan diantar keluarga dan warga yang berduka.

Tawon vespa atau yang dikenal warga sebagai tawon ndas memiliki karakter sengatan berulang yang berbahaya karena satu ekor tawon dapat menyengat hingga lima kali.

Selain itu, sengatan pertama tawon vespa mengeluarkan cairan feromon yang menjadi penanda bahaya sehingga memicu koloni lain ikut menyerang secara berkelompok.

Sadimun mengimbau masyarakat Desa Mujur Lor dan sekitarnya agar tidak menyepelekan keberadaan sarang tawon di lingkungan rumah.

“Kami menghimbau masyarakat jika mengetahui ada sarang tawon segera melapor ke desa supaya bisa ditindaklanjuti melalui Damkar,” tegasnya.

Peristiwa warga Mujur Lor Kroya meninggal dunia akibat serangan tawon vespa ini menjadi pengingat agar warga memastikan area atap, gudang, maupun toren air dalam kondisi aman sebelum melakukan aktivitas pembersihan. (ray)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved