Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kecelakaan Hari Ini

Kecelakaan Motor Adu Banteng di Jembatan Kali Duwan Banyumas, Pemotor Revo Tewas Tertabrak

Seorang pedagang tempe meninggal seusai mengalami kecelakaan adu banteng di Jembatan Kali Duwan Kabupaten Banyumas.

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
Istimewa/POLRESTA BANYUMAS
KORBAN KECELAKAAN - Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas Iptu Metri Zul Utami menjenguk korban kecelakaan di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Senin (9/3/2026). KR adalah korban kecelakaan adu banteng di Jembatan Kali Dawun Banyumas pada Minggu (8/3/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, BANYUMAS – Seorang pedagang tempe meninggal seusai mengalami kecelakaan di Jembatan Kali Duwan, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas pada Minggu (8/3/2026).

Motor yang dikendarai oleh SW tersebut tiba-tiba oleng ke kanan saat melintasi jembatan tersebut.

Saat itulah, tanpa disadari dari arah berlawanan melaju motor yang dikendarai KR.

Tak pelak, tabrakan dua motor pun tak bisa dihindari.

SW lantas meninggal di lokasi, sedangkan KR mengalami luka cukup serius dan saat ini masih menjalani perawatan di RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.

Baca juga: Bantu Atasi Stunting, Tanoto Foundation Terima Penghargaan dari Pemkab Banyumas

BREAKING NEWS, Agus Palon Tersangka Kasus Pengrusakan Jalan Cor di Blora

Kecelakaan adu banteng dua sepeda motor terjadi di Jembatan Kali Duwan, perbatasan Desa Pliken dan Kembaran, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas, pada Minggu (8/3/2026).

Dalam peristiwa tersebut, seorang pengendara motor meninggal di lokasi kejadian.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Banyumas, Iptu Metri Zul Utami mengatakan, kecelakaan melibatkan motor Honda Revo bernomor polisi R 4453 EL yang dikendarai SW (67) dan Honda Beat bernomor polisi R 3365 XH yang dikendarai KR (55).

“Kecelakaan terjadi sekira pukul 06.15. Semula motor Honda Revo yang dikendarai SW melaju dari arah selatan ke utara dengan kecepatan sedang,” kata Iptu Metri seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (9/3/2026).

Iptu Metri menjelaskan, setibanya di lokasi kejadian, SW diduga sedikit oleng ke kanan.

Pada saat bersamaan, motor yang dikendarai KR melaju dari arah berlawanan.

“Karena jarak sudah dekat dan tidak dapat menghindar lagi sehingga terjadi kecelakaan,” ujar Iptu Metri.

Akibat kejadian tersebut, SW yang berprofesi sebagai penjual tempe meninggal di lokasi kejadian.

Sementara itu, KR mengalami luka dan masih menjalani perawatan di RSUD Margono Soekarjo.

Hindari Petasan? 

Baca juga: 2 Pemuda Banyumas Ditangkap, Miliki 9 Kilogram Bahan Petasan Siap Racik

Pikap Tak Kuat Nanjak dan Terguling di Sempor Kebumen, 3 Penumpang Tewas

Terpisah, di media sosial beredar narasi bahwa kecelakaan tersebut dipicu karena pengendara berusaha menghindari lemparan petasan dari anak-anak di pinggir jalan. 

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved