Tribunjateng Hari ini
Siswa Asal Purwokerto Diterima di 10 Universitas Luar Negeri
Seorang siswa asal Purwokerto, Kabupaten Banyumas, diterima di 10 universitas luar negeri sekaligus.
Penulis: Achiar M Permana | Editor: M Syofri Kurniawan
Aflaha mengungkapkan, langkah menuju kampus impian telah ia mulai sejak pertengahan kelas 11.
Ia aktif mencari informasi terkait jurusan dan universitas yang memiliki reputasi global serta kekuatan riset yang unggul.
Tidak hanya fokus pada akademik, Aflaha juga mempersiapkan kemampuan bahasa Inggris sebagai syarat utama, termasuk mengikuti tes IELTS.
Selain itu, berbagai dokumen penting seperti personal statement dan motivation letter disusun dengan matang.
"Di samping itu juga saya mempertahankan nilai, supaya nanti di transkrip akhir tetap bagus," ujarnya.
Dalam proses pendaftaran, ia menyebut sebagian besar kampus memang mengenakan biaya.
Namun, sejumlah kampus juga menawarkan beasiswa, meski kebanyakan masih bersifat parsial.
"Kalau mau yang full mungkin bisa daftar ke Garuda," katanya.
Di balik keberhasilannya, dukungan keluarga menjadi faktor penting.
Orang tuanya yang tinggal di Karawang disebut selalu memberikan semangat sejak awal.
"Alhamdulillah orangtua sangat senang, karena dari awal mereka juga mendukung penuh," ucap anak pertama dari tiga bersaudara ini.
Budaya prestasi
Kepala SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto, Sudrajat menyebut, capaian Aflaha merupakan bagian dari budaya prestasi yang dibangun di sekolah.
Ia mengungkapkan, banyak siswa di sekolah tersebut yang berhasil menembus kampus-kampus top dunia, mulai dari Amerika, Kanada, Australia hingga Selandia Baru.
"Anak-anak kami yang berminat ke luar negeri bisa diterima di kampus unggulan dunia. Ada yang diterima di 3, 8, bahkan 10 kampus," kata Sudrajat.
SMA Boarding Al Irsyad Al Islamiyah Purwokerto
calon mahasiswa baru
calon mahasiswa
Tribunjateng.com
m syofri kurniawan
| Dua Tersangka BLN Diduga Himpun Dana Rp 4,6 Triliun dengan Skema Ponzi |
|
|---|
| Dahlan Dahi: Media Tanpa Keunikan Akan Tenggelam di Era AI |
|
|---|
| Setelah Tunjuk Pelatih, PSIS Ancang-ancang Beli Pemain Baru |
|
|---|
| 252 Eks-Santri Ndholo Kusumo Ditampung di Ponpes dan Sekolah Sekitar |
|
|---|
| AKBP Basuki Divonis Enam Tahun Penjara dalam Kasus Kematian Dosen Untag |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Tribun-Jateng-Hari-Ini-Rabu-8-April-2026.jpg)