Berita Banyumas
Dari Sekolah Rakyat hingga Intercultural, Banyumas Perkuat Identitas Kota Pendidikan dan Wisata
Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperkuat posisinya sebagai kota pendidikan dan pariwisata melalui hadirnya berbagai
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO - Pemerintah Kabupaten Banyumas terus memperkuat posisinya sebagai kota pendidikan dan pariwisata melalui hadirnya berbagai institusi pendidikan baru dengan segmentasi dan karakteristik yang beragam.
Terbaru, SMA Soteria Mahardika hadir sebagai sekolah intercultural pertama di Purwokerto yang mengusung ekosistem pendidikan global berbasis karakter, kompetensi masa depan, dan pembelajaran lintas budaya.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas, Junaidi, mengatakan pembangunan sektor pendidikan menjadi salah satu fokus pemerintah daerah sejalan dengan visi Banyumas sebagai kota pariwisata dan pendidikan.
"Memang di bawah kepemimpinan Bapak Bupati, Sadewo Tri Lastiono Banyumas dinobatkan sebagai kota pariwisata dan pendidikan.
Sehingga tidak salah kalau kemudian berdiri sekolah-sekolah baru di Banyumas," ujarnya saat menghadiri kegiatan Grand Opening SMA Soteria Mahardika di Baturraden, Sabtu (30/5/2026).
Menurut Junaidi, setiap sekolah yang hadir di Banyumas memiliki segmen dan target yang berbeda-beda.
Ia mencontohkan keberadaan Sekolah Rakyat di Karangcegak, Kecamatan Sumbang, yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dengan konsep boarding school dan pembiayaan gratis.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan sekolah terintegrasi yang rencananya di Kaliori yang akan melayani jenjang SD, SMP hingga SMA untuk kelompok masyarakat tertentu dengan konsep non-boarding school.
"Sekolah-sekolah ini memiliki pangsa masing-masing.
SMA Soteria Mahardika juga hadir dengan segmen yang berbeda dan menawarkan konsep pendidikan yang unik," katanya.
Baca juga: Tampang Angga Bunuh dan Buang Mayat Mertua di Sungai, Ngaku Tak Puas Bagi Hasil Panen Kopi
Ia menilai konsep pembelajaran yang dikembangkan SMA Soteria Mahardika tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, etika, budaya, empati dan kemampuan berkolaborasi.
Menurutnya, fasilitas yang disiapkan sekolah turut mendukung terciptanya ekosistem pembelajaran yang lebih modern.
Salah satunya melalui penyediaan ruang kolaborasi bagi guru untuk berdiskusi, menganalisis perkembangan peserta didik, hingga merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif.
Dengab nuansanya sendiri adalah pegunungan yang asri sangat nyaman untuk belajar.
"Anak-anak didik kita saat ini tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan.
| Soal Bansos di Banyumas, Muncul Gagasan Penerima akan Ditetapkan dalam Musyawarah Desa |
|
|---|
| Gegara Judol, Banyak Warga Banyumas Tercoret dari Daftar Penerima Bansos |
|
|---|
| Dua Alasan MUI Banyumas Belum Temukan Unsur Aliran Sesat pada Sultan Nusantara |
|
|---|
| 5 Tersangka Masih Berstatus Mahasiswa Aktif, Unsoed Hormati Proses Hukum |
|
|---|
| Terjerat Judi Online, Banyak Penerima Bansos di Banyumas Dicoret dari Daftar Kemensos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20260530_SEKOLAH-INTERCULTURAL.jpg)