Tribun Jateng Hari Ini
Penyaluran Beras Bulog di Ritel Dinilai Sulit Capai Target
Sampai 18 September 2025, penyaluran beras SPHP tercatat mencapai 392.295 ton atau 26,15 persen dari target 1,5 juta ton hingga akhir tahun.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Perum Bulog tengah mengguyur pasar dengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) demi meredam harga beras yang masih tinggi.
Wilayah guyuran beras terus diperluas melalui penambahan saluran. Harapannya, semakin luas cakupan wilayah yang diguyur dan semakin banyak saluran untuk mengguyur, harga beras berangsur-angsur menurun.
Namun target penyaluran membuat Bulog menggandakan volume distribusi harian agar stok terserap sesuai dengan rencana pemerintah.
Merujuk data panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), 18 September 2025, harga beras premium di Zona I mencapai Rp 15.338 per kilogram (kg), Zona II Rp 16.405 per kg, dan Zona III Rp 18.305 per kg.
Sementara harga beras medium Zona I Rp 13.434 per kg, Zona II Rp 14.049 per kg, dan Zona III Rp 15.976 per kg. Semua masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET), kecuali beras medium di Zona I yang sudah berada di bawah HET.
Pengurus Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi), Khudori mengatakan, kecenderungan harga beras yang menurun dapat ditafsirkan terjadi karena operasi pasar SPHP yang makin membaik.
Menurut dia, hal itu ditandai oleh volume penyaluran beras harian yang makin besar. Namun demikian, volume penyaluran harian masih amat fluktuatif.
Ia menyebut, penyaluran pada hari kerja rerata mencapai 6.000-7.500 ton per hari. Tapi pada Sabtu-Minggu atau hari libur penyaluran hanya 2.000-2.300 ton per hari.
“Ini terjadi, boleh jadi, karena tidak semua dari tujuh saluran operasi pasar SPHP buka pada hari libur. Gerakan Pangan Murah oleh dinas ketahanan pangan dan pemda biasanya dilakukan pada hari kerja,” katanya, kepada Kompas.com, Minggu (21/9).
“Demikian pula toko milik BUMN dan instansi pemerintah amat mungkin tutup saat hari libur. Yang buka adalah toko pengecer di pasar rakyat, Koperasi Desa Merah Putih, toko binaan pemda, jejaring rumah pangan kita (RPK), dan swalayan atau retail modern," sambungnya.
Sampai 18 September 2025, penyaluran beras SPHP tercatat mencapai 392.295 ton atau 26,15 persen dari target 1,5 juta ton hingga akhir tahun. Rerata volume penyaluran harian mencapai 5.789 ton beras. Sisanya masih 1,107 juta ton beras.
Agar target penyaluran tercapai, Khudhori menuturkan, volume aliran harus diperbesar menjadi rerata 10.650-an ton beras per hari. Artinya volume penyaluran harian beras SPHP saat ini harus digenjot 1,8 atau hampir dua kali lipat.
“Mudahkah itu dilakukan? Sayangnya tidak. Terutama kalau pemerintah berkukuh hanya mengandalkan tujuh saluran seperti saat ini,” ucapnya.
Merujuk data Bulog pada 11 September 2025, jumlah mitra penyalur tercatat cukup besar, yakni mencapai 31.477 unit.
Hanya saja, Khudori mencatat masalahnya penyalur menyasar konsumen akhir membuat serapannya tidak besar. Dengan penyaluran harian saat ini berarti tiap outlet hanya menjual 184 kg beras per hari.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/beras-bulog-pasar-pagi-kota-tegal.jpg)