Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Wali Kota Sue Machi Jepang Incar Potensi Udang dari Kendal

budidaya yang dikembangkan petani tambak udang di Kendal sudah cukup bagus. Namun, pihaknya akan mempertimbangkan terlebih dahulu.

Tayang:
Penulis: Agus Salim Irsyadullah | Editor: Vito
TRIBUN JATENG/Agus Salim Irsyadullah
CEK TAMBAK - Rombongan Walikota Sue Machi Jepang mengecek lokasi tambak udang Vaname di Kelurahan Karangsari Kendal, Kamis (27/11/2025). Kunjungan dilakukan untuk menjajaki peluang kerjasama dengan Pemkab Kendal dalam ekspor udang Vaname. (Tribun Jateng/Agus Salim Irsyadullah) 

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Rombongan Pemerintah Kota Sue Machi Jepang yang dipimpin Wali Kota Shuichi Hiramatsu, melakukan kunjungan ke tambak udang Vaname di Kelurahan Karangsari, Kendal, Kamis (27/11).

Kunjungan itu dilakukan untuk melihat peluang kerja sama potensi ekspor udang Vaname ke Jepang.

"Hasil kunjungan hari ini akan dikumpulkan laporannya, selanjutnya apa yang didapat dari sini akan disambungkan ke Kota Sue Machi, dan akan dipertimbangkan lebih lanjut," kata Shuichi.

Menurut dia, pihaknya sudah mendapat gambaran besar berkait dengan potensi dan proses budidaya udang Vaname di Kendal

Shuichi menilai, budidaya yang dikembangkan petani tambak udang di Kendal sudah cukup bagus. Namun, pihaknya akan mempertimbangkan terlebih dahulu sebelum memutuskan kerja sama.

"Kami sudah mendapatkan penjelaskan, dan nanti akan dirangkum dan dipertimbangkan lebih lanjut terkait nantinya seperti apa kerja sama yang akan dibangun," tuturnya.

Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari mengatakan, potensi ekspor udang Vaname sebenarnya cukup menjanjikan.

Ia menyebut, kualitas udang Vaname di Kendal tak kalah bagus dengan budidaya di daerah lain.

"Udang Vaname ini sebenarnya dari Kendal sudah pernah ekspor ke Amerika, dan ini membuktikan bahwa memang bagus kualitasnya," ucap Tika, sapaannya.

Pemilik tambak udang Vaname, Ardi Mukti menuturkan, komoditas udang jenis itu cukup laris di pasaran, dengan harga yang cukup tinggi, yakni sekitar Rp 53 ribu-Rp 54 ribu per kg untuk size 100.

Namun, belakangan harga itu mengalami penurunan imbas isu radioaktif yang mengontaminasi udang.

"Sekarang benar-benar anjlok, harganya saat ini Rp 42 ribu untuk size 100. Padahal itu jenis udang yang bagus," tuturnya.

Ardi menyatakan, hingga kini belum pernah melakukan ekspor udang. Selama ini, ia hanya rutin mengirim ke suplier dan pabrik-pabrik di Indonesia.

"Belum, belum pernah (ekspor-Red).  Paling (penjualan-Red) ke Bali, Banyuwangi, dan daerah lain. Untuk rata-rata sekali panen 200 ton, panennya 4 bulan sekali," jelasnya. (ags)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved