Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Middle Class Pilih Wisata Murah, Industri Pariwisata Lesu 

Industri taman rekreasi saat ini kehilangan segmen kelas menengah akibat kondisi ekonomi yang melemah.

Tayang:
Penulis: rahdyan trijoko pamungkas | Editor: Vito
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
ilustrasi - Lokawisata Baturraden 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) meminta pemerintah pusat lebih agresif mempromosikan pariwisata nasional di tengah merosotnya kunjungan wisatawan dan hilangnya segmen wisata kelas menengah.

Sekjen PUTRI, Helmi Smith mengatakan, industri taman rekreasi saat ini kehilangan segmen kelas menengah akibat kondisi ekonomi yang melemah.

“Segmen middle class hilang, kami kehilangan market. Middle class ini lebih memilih wisata lokal yang murah,” ujarnya, usai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang digelar di Restoran Syailendra, Kota Semarang, Minggu (7/12).

Ia mendorong kementerian terkait untuk lebih masif mempromosikan destinasi wisata Indonesia, sekaligus memberikan relaksasi pajak bagi pelaku industri pariwisata.

“Termasuk BUMN agar dapat memberikan harga tiket pesawat yang lebih murah untuk penerbangan domestik,” ucapnya.

Helmi menyebut, kondisi industri pariwisata pada 2025 justru lebih berat dibandingkan dengan masa pandemi covid-19. 

Setelah sempat tumbuh pada 2023, industri rekreasi kembali terpuruk pada 2024-2025. “Penyebabnya ekonomi global, kebijakan politik, dan daya beli yang turun,” bebernya.

Selain itu, menurut dia, biaya akomodasi wisata di Indonesia masih lebih mahal dibandingkan dengan bepergian ke luar negeri.

“Terbang ke Singapura lebih murah ketimbang terbang ke Bali. Kami minta kementerian membuat paket wisata Indonesia yang murah dan aman,” katanya.

Dalam Rakernas tersebut, PUTRI mengundang Kementerian Pariwisata, Kemendagri, dan BUMN untuk mendengarkan aspirasi pelaku industri rekreasi. Helmi berharap ada gerak bersama antarkementerian. “Harus ada kolaborasi lintas kementerian,” tukasnya.

Ketua DPD PUTRI Jateng, Titah Listiorini menuturkan, industri taman rekreasi di Jateng juga terpukul akibat minimnya kunjungan wisatawan dan melemahnya daya beli masyarakat.

Bergeser

Menurut dia, mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Jateng berasal dari kelas menengah, namun kini prioritas mereka bergeser ke kebutuhan primer. “Wisatawan ke Jateng turun hingga 30 persen,” jelasnya.

Ia menyebut, kebijakan pembatasan kunjungan wisata pelajar dari Jawa Barat turut berdampak, terutama bagi daerah di wilayah barat Jateng, seperti Purbalingga, Banyumas, dan Banjarnegara.

Sementara, Wamen Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati berharap PUTRI dapat membentuk DPD di 38 provinsi sebagai mitra strategis pemerintah.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved