Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Harga Cabai Rawit Merah Diprediksi Bisa Rp 50.000 di Pekan Ketiga Ramadan

Informasi dari Ditjen Hortikultura Kementan, petani cabai akan memulai panen raya pada pekan ketiga Ramadan.

Tayang:
Editor: Vito
Dok Tribun Jateng
ilustrasi cabai rawit merah 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memprediksi harga cabai rawit merah akan turun ke angka Rp 50.000/kg pada pekan ketiga Ramadan

Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas, Sarwo Edhy mengatakan, informasi dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), petani cabai akan memulai panen raya pada pekan ketiga Ramadan

“(Cabai-Red) minggu ketiga puasa ini sudah mulai panen raya. Itu informasi dari Ditjen Hortikultura. Panennya wilayah Jawa, yakni Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat,” katanya, saat ditemui di kantornya, Jakarta, Selasa (3/3). 

Bapanas menetapkan Harga Acuan Penjualan (HAP) di tingkat konsumen Rp 40.000 sampai Rp 57.000 per kilogram.

Sarwo menyebut, harga cabai rawit saat ini sudah cenderung turun ke angka sekitar Rp 70.000 sampai Rp 90.000, dari sebelumnya di atas Rp 100.000 per kilogram di tingkat pengecer. 

Sementara, di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta, harga cabai rawit merah sudah berada di kisaran Rp 65.000/kg.

“Harga acuan pemerintah, harga pembelian pemerintah itu Rp 57 ribu. Memang untuk cabai rawit merah ini agak tinggi,” bebernya. 

Sarwo mengakui, harga cabai rawit merah bisa cenderung turun setelah pemerintah memasok cabai rawit dari petani champion ke pasar induk. 

Petani Champion merupakan petani yang mendapatkan pendampingan Kementan dan fasilitas APBN. Di luar itu, pemerintah juga memfasilitasi distribusi hasil pertanian dari sentra pertanian ke pasar induk. 

“Fasilitasi distribusi akan dilanjutkan, tapi berdasarkan permintaan dari pemda setempat, sehingga harga di sentra sama harga di wilayah yang defisit itu sama,” jelasnya. 

Sementara, berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS), rata-rata nasional harga cabai rawit di minggu keempat Februari berada di kisaran Rp 76.036/kg, berada di atas HAP. 

BPS melaporkan, harga tertinggi Rp 200.000/kg tercatat di Kabupaten Nduga, dan paling rendah sekitar Rp 26.111/kg. 

Diketahui, harga cabai rawit melonjak sejak sekitar 2 pekan sebelum Ramadan. Kenaikan dipicu lonjakan permintaan pasar dan musim hujan yang menghambat proses panen. Akibatnya, pasokan cabai rawit ke pasar berkurang dan harga melambung. 

“Para petani kan biasanya enggan memanen ketika musim hujan. Karena kalau musim hujan dipanen, itu biasanya busuk. Nah, itu kendalanya,” terang Sarwo. (Kompas.com/Syakirun Ni'am)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved