Minggu, 17 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Masyarakat Perlu Bijak Berbelanja di Tengah Marak Promo dan Diskon Lebaran

Keputusan belanja tetap perlu mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan finansial masing-masing.

Tayang:
Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra | Editor: Vito
TRIBUN JATENG/Idayatul Rohmah
PILIH SEPATU - Pengunjung memilih sepatu yang di display di atrium Mal Ciputra Semarang, Minggu (15/3). Suasana pusat perbelanjaan menjelang Ramadan mulai dipadati pengunjung, dengan beragam promo menarik yang ditawarkan. 

TRIBUN JATENG.COM, SEMARANG - Dosen Fakultas Ekonomi dan BIsnis (FEB) Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, Febrianur Ibnu Fitroh Sukono Putra menyebut ramainya pusat-pusat perbelanjaan menjelang Lebaran bukan fenomena baru.

Menurut dia, hal itu mencerminkan interaksi antara budaya, norma sosial, dan perilaku pasar.

Fenomena konsumsi menjelang Lebaran juga tidak terlepas dari dinamika sosial yang berkembang di masyarakat.

Tradisi mengenakan pakaian baru, memberikan hadiah, atau menyiapkan berbagai hidangan khas sering kali menciptakan ekspektasi sosial tertentu. 

Dalam beberapa kasus, hal ini dapat menimbulkan tekanan bagi sebagian masyarakat untuk tetap mengikuti pola konsumsi yang dianggap lazim dalam perayaan hari raya, meskipun kondisi keuangan tidak selalu memungkinkan.

Dalam perspektif ekonomi, peningkatan aktivitas belanja itu dapat dipahami sebagai bentuk konsumsi musiman yang muncul secara berulang dalam siklus ekonomi tahunan.

Momentum Lebaran menciptakan lonjakan permintaan pada berbagai sektor perdagangan, terutama ritel dan produk konsumsi rumah tangga.

Pusat-pusat perbelanjaan kemudian memanfaatkan momentum ini dengan menghadirkan berbagai program promosi untuk menarik lebih banyak pengunjung.

Melalui strategi diskon, paket penjualan, maupun program belanja malam seperti midnite sale, pusat perbelanjaan berupaya menangkap peningkatan daya beli masyarakat yang biasanya terjadi menjelang hari raya.

Pusat perbelanjaan lebih ramai, spanduk diskon menghiasi etalase toko, dan masyarakat berburu berbagai kebutuhan untuk menyambut hari raya.

Di Kota Semarang, dinamika itu menjadi bagian dari denyut ekonomi kota yang ikut bergerak seiring dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat.

Lebaran bukan hanya momentum keagamaan dan kebersamaan keluarga, tetapi juga menjadi satu penggerak penting aktivitas ekonomi. 

Tradisi belanja, strategi promosi dari pusat perbelanjaan, dan meningkatnya daya beli masyarakat bertemu dalam satu momentum yang sama, menciptakan perputaran ekonomi yang lebih dinamis menjelang hari raya.

Bagi pelaku usaha ritel, fenomena meningkatnya aktivitas belanja menjelang Lebaran memberikan sejumlah pelajaran penting, di mana program promosi seperti diskon besar atau midnight sale terbukti efektif dalam menarik perhatian konsumen dan meningkatkan jumlah kunjungan ke pusat perbelanjaan. 

Namun dalam jangka panjang, strategi tersebut perlu diimbangi dengan upaya membangun pengalaman berbelanja yang lebih baik bagi konsumen, mulai dari kenyamanan fasilitas, variasi produk, hingga kualitas pelayanan. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved