Tribun Jateng Hari Ini
Rupiah Catat Rekor Terburuk Lagi Tembus Rp 17.528 per Dolar AS.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (12/5), mencatat rekor terburuk sepanjang sejarah menembus level Rp 17.500 per dolar AS.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan Selasa (12/5), kembali mencatat rekor terburuk sepanjang sejarah dengan menembus level Rp 17.500 per dolar AS.
Mata uang garuda ditutup melemah 114 poin ke Rp 17.528 dari penutupan pada hari sebelumnya di level Rp 17.414 per dolar AS.
Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti mengatakan, pelemahan nilai tukar rupiah yang tembus ke level Rp 17.500 per dolar AS dipengaruhi kombinasi faktor global dan domestik.
Menurut dia, tekanan terhadap rupiah meningkat seiring dengan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak dunia dan peningkatan ketidakpastian global.
"Tekanan rupiah dalam hari ini meningkat karena conflict di Middle East yang masih berlangsung dengan intensitas yang meningkat," katanya, kepada Kompas.com, Selasa (12/5).
Tak hanya itu, dari faktor domestik juga turut menekan rupiah. BI mencatat meningkatnya kebutuhan valuta asing (valas) secara musiman menambah tekanan di pasar.
Destry menuturkan, peningkatan permintaan dolar AS antara lain berasal dari pembayaran utang luar negeri (ULN), pembagian dividen korporasi, hingga kebutuhan masyarakat untuk ibadah haji. "Dari domestik, meningkatnya kebutuhan dollar secara musiman," ujarnya.
Meski demikian, BI memastikan terus hadir di pasar untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Hingga saat ini, bank sentral terus melakukan intervensi secara terukur melalui pasar spot, Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), maupun Non-Deliverable Forward (NDF), dan mengoptimalkan seluruh instrumen operasi moneter.
"BI akan terus berkomitmen untuk selalu berada di pasar, dan juga mengoptimalkan penggunaan semua instrumen operasi moneter, sehingga diharapkan dapat mengurangi tekanan pada rupiah," ucapnya.
"BI memperkirakan tekanan yang bersifat musiman ini akan mereda, sehingga nilai tukar rupiah bisa kembali ke level fundamentalnya," sambungnya. (Kompas.com/Isna Rifka Sri Rahayu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-rupiah-Rp-50000-dan-Rp-100000.jpg)