Selasa, 7 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Pemerintah Pertahankan Harga BBM Subsidi hingga Akhir Tahun

Pemerintah Indonesia kembali menegaskan harga BBM subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun ini, guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli. 

Editor: Vito
TRIBUN JATENG/Permata Putra Sejati
MENGANTRE - Pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Ovis Purwokerto, Selasa (31/3/2026). 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Di tengah harga minyak dunia yang terus melonjak, pemerintah Indonesia kembali menegaskan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan naik hingga akhir tahun ini. 

Hal itu diungkapkan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Menurut dia, hal itu sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto berkait dengan harga BBM bersubsidi dan kebijakan kenaikan harga avtur global terhadap industri penerbangan nasional.

"Guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli, seperti diumumkan 31 Maret lalu, pemerintah dan Pertamina sudah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi," katanya, dalam konferensi pers, Senin (6/4). 

Ia menyebut, BBM bersubsidi yang dimaksud itu adalah Pertalite dan Solar. “Sekali lagi, BBM bersubsidi itu adalah Pertalite dan Solar,” ujarnya.

Namun, Airlangga menggarisbawahi, harga BBM bisa stabil jika harga minyak dunia tidak lebih dari 97 dolar AS per barel.

"Selama harga minyak tidak lebih dari 97 secara rata-rata, maka harga BBM ini bisa kami pertahankan sampai bulan Desember tahun ini," ucapnya.

Meski demikian, harga minyak dunia dalam beberapa waktu terakhir diketahui telah menembus angka 100 dolar AS per barel.

Senada, Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa juga memastikan, pemerintah tidak akan menaikkan BBM subsidi hingga akhir 2026.

Hal itu disampaikan Purbaya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4).

Purbaya menyatakan, ada yang meragukan kemampuan pemerintah yang hingga kini masih menahan harga BBM subsidi tidak naik meski harga minyak mentah global selalu menunjukkan angka fluktuatif hingga 100 dolar AS per barel.

"Jadi yang saya takut itu, kan beredar dibilang paling 2 bulan sudah abis, dua minggu sudah abis, paling bulan Juli naik, nanti juga bulan Juli ada huru-hara," bebernya.

Padahal, ia menyebut, pemerintah memiliki banyak cadangan anggaran untuk menambal kebutuhan terhadap subsidi energi di dalam negeri, termasuk BBM subsidi.

Bahkan, Purbaya menyatakan, meski harga minyak mentah dunia mencapai lebih dari 100 barel, anggaran RI akan tetap siap.

Oleh sebab itu, ia meminta masyarakat untuk tidak perlu khawatir ataupun takut yang justru menimbulkan panic buying.

Menurutnya, pemerintah memiliki bantalan anggaran yang cukup kuat, termasuk dari Saldo Anggaran Lebih (SAL). (Tribunnews/Suci Bangun Dwi Setyaningsih)

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved