Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Tribun Jateng Hari Ini

Tahan Harga BBM Subsidi, Pemerintah Pacu Peningkatan Produksi dalam Negeri 

Pemerintah mendorong peningkatan produksi minyak dan kesiapan kilang dalam negeri untuk menjaga stabilitas pasokan energi.

Tayang:
Editor: Vito
TRIBUN JATENG / EKA YULIANTI FAJLIN
Ilustrasi - pengendara mengisi BBM subsidi di satu SPBU di jalur alternatif Semarang–Demak. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Diketahui, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau mendekati Rp 17.900 per dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah berada di level Rp 17.881 per dolar AS pada penutupan Jumat (29/5). 

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung mengatakan, pemerintah mendorong peningkatan produksi minyak dan kesiapan kilang dalam negeri untuk menjaga stabilitas pasokan energi. 

Menurut dia, langkah tersebut juga diarahkan untuk menahan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi di tengah dinamika global dan fluktuasi nilai tukar. 

"Jadi untuk kenaikan harga BBM yang subsidi, ini kan sudah disampaikan, menurut perhitungan kami kan ada produksi dalam negeri, yang kami dorong itu. Peningkatan kilang di dalam negeri pun itu juga kami sudah siapkan," katanya, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (29/5). 

Yuliot memastikan cadangan BBM nasional saat ini masih jauh di atas batas minimal cadangan operasional yang ditetapkan pemerintah.

Ia menyebut, stok sejumlah jenis BBM seperti Pertalite dan Solar CN48, masih aman. BBM nonsubsidi seperti Solar CN51, Pertamax, hingga Pertamax Turbo juga disebut mencukupi untuk memenuhi kebutuhan nasional. 

"Kalau untuk ketersediaan BBM ini kan kami ada indikator ketersediaan cadangan operasional minimal. Ini cadangan minimal kita, cadangan yang ada saat ini jauh di atas cadangan minimal," jelasnya. 

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan, pemerintah belum memiliki rencana menaikkan harga BBM subsidi di tengah lonjakan harga minyak mentah. 

Menurut dia, pemerintah masih berupaya menjaga subsidi BBM tetap stabil hingga akhir tahun. Kepastian tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. 

"Belum ada kenaikan, tidak akan naik InsyaAllah ya, doain ya, tidak akan kami naikkan subsidi BBM. InsyaAllah sampai akhir tahun," tukasnya. 

Diketahui, harga BBM subsidi jenis Pertalite saat ini tetap Rp 10.000 per liter. Harga Biosolar juga tetap Rp 6.800 per liter. Sementara, harga minyak mentah masih berfluktuasi akibat kenaikan harga di pasar global dan pelemahan kurs. 

Rata-rata harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) April 2026 tercatat sebesar 117,31 dolar AS per barel. Angka itu naik dari Maret 2026 yang berada di level 102,26 dolar AS per barel. 

Meski demikian, Kementerian ESDM mencatat rata-rata ICP sejak Januari 2026 hingga saat ini masih berada di kisaran 80-81 dolar AS per barel.

WFH

Adapun, pemerintah telah melakukan evaluasi terkait dengan kebijakan Work From Home (WFH) untuk membatasi penggunaan BBM selama 2 bulan terakhir.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved