Tribun Jateng Hari Ini
Sudah Anjlok 29,14 Persen dalam 5 Bulan, IHSG Masih Rawan Koreksi
Pasar akan mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran. Jika tercapai kesepakatan, sentimen itu berpotensi menjadi katalis positif.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terus berlanjut. Indeks ditutup melemah tipis 0,046 persen ke level 6.127,38 pada perdagangan terakhir Mei 2026, Jumat (29/5).
Secara tahun berjalan atau year to date (ytd), indeks sudah tercatat anjlok 29,14 persen dalam 5 bulan.
Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa (2/6), masih berpotensi mengalami tekanan.
“Untuk Selasa (2/6), kami mencermati IHSG masih rawan terkoreksi dengan support 6.071 dan resistance 6.262,” katanya, kepada Kontan, akhir pekan lalu.
Dari sisi sentimen global, pasar akan mencermati rilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) China serta data ketenagakerjaan AS. Selain itu, pelaku pasar juga menanti rilis data inflasi Indonesia.
Perkembangan gencatan senjata antara AS dan Iran yang direncanakan berlangsung selama 60 hari turut menjadi perhatian investor.
Senada, Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas, Reza Diofanda menilai, IHSG masih berada dalam tren bearish jangka pendek.
“Area support penting berada pada kisaran 5.900-6.000, sedangkan resistance terdekat di area 6.200-6.285," bebernya.
"Selama belum mampu menembus resistance tersebut, pergerakan indeks diperkirakan masih cenderung terbatas dan rentan mengalami tekanan,” sambungnya.
Menurut dia, pasar juga akan mencermati perkembangan negosiasi antara AS dan Iran. Jika tercapai kesepakatan, sentimen itu berpotensi menjadi katalis positif.
“Hal ini dapat mendorong stabilisasi harga energi dan memperbaiki persepsi risiko terhadap aset emerging market, termasuk Indonesia,” jelasnya.
Dari domestik, investor juga menantikan rilis sejumlah data ekonomi. “Surplus neraca perdagangan April 2026 diperkirakan turun menjadi sekitar 1,43 miliar dolar AS dari sebelumnya 3,32 miliar dolar AS," jelasnya.
"Sementara itu, inflasi Mei 2026 diproyeksikan meningkat menjadi 0,36 persen secara bulanan dan 3,17 persen secara tahunan,” sambungnya.
Dengan berbagai sentimen itu, investor disarankan tetap selektif dan mengedepankan manajemen risiko di tengah volatilitas pasar. Adapun, saham yang dapat dicermati pada perdagangan Selasa antara lain DEWA, UNTR, serta UNVR.
Volatil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ihsg-cetak-rekor-lagi.jpg)