Tribun Jateng Hari Ini
Pemerintah Mulai Kewalahan Penuhi Susu untuk Program MBG
Kebutuhan susu nasional melonjak drastis hingga miliaran kemasan per tahun, sementara kemampuan produksi dalam negeri belum mampu mengimbangi.
“Setiap SPPG diwajibkan memberikan minuman atau susu ini dua kali dalam seminggu. Nah, sehingga untuk kebutuhan susu yang sangat besar ini, kami juga agak kewalahan,” tuturnya.
Gunalan menyampaikan, tantangan terbesar terjadi di daerah-daerah terpencil yang masih menghadapi persoalan distribusi dan keterbatasan akses transportasi.
Selain itu, dia menambahkan, besarnya volume kebutuhan dari program MBG juga mulai memberikan tekanan terhadap stok susu yang tersedia di pasar umum.
“Nah, sehingga memang ada dua penyebab utama sebenarnya. Yang pertama adalah daerah-daerah yang terpencil, misalnya mungkin karena transportasi ke sana agak susah. Kemudian yang kedua tadi karena besarnya jumlah penerima manfaat,” terangnya.
Dalam situasi tertentu, ia berujar, sejumlah dapur MBG terpaksa melakukan substitusi ketika pasokan susu tidak tersedia.
Dalam hal ini, petugas dapur biasanya mengganti susu dengan sumber protein dan kalsium lain agar kebutuhan gizi penerima manfaat tetap terpenuhi.
“Rekan-rekan kami di lapangan, khususnya yang di dapur, apabila tidak mendapatkan susu di pasar, itu biasanya mereka mengganti dengan sumber protein lain,” tegasnya. (Tribunnews/Rizki Sandi Saputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251230_mbg.jpg)