Tribun Jateng Hari Ini
IHSG Ambruk, Investor Global Serukan 'Sell Indonesia'
IHSG ambruk sebesar 4,20 persen atau kehilangan sekitar 245,03 poin ke level 5.594,77 pada penutupan Jumat (5/6).
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pasar modal Indonesia kembali dihantam gelombang aksi jual masif pada Jumat (5/6), dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali terkoreksi sangat tajam sepanjang sesi perdagangan.
IHSG ambruk sebesar 4,20 persen atau kehilangan sekitar 245,03 poin ke level 5.594,77 pada penutupan Jumat (5/6). Hal itu mencerminkan kepanikan pasar yang cukup merata di berbagai sektor saham.
Kejatuhan ini tidak hanya menimpa indeks acuan utama, tetapi juga menghantam indeks saham-saham berkapitalisasi besar serta indeks berbasis syariah secara serentak.
Tren pelemahan IHSG pun mendorong seruan untuk menjual saham Indonesia di antara investor global yang semakin kehilangan kepercayaan pada negeri ini.
Hanya berselang 6 bulan setelah mencapai rekor tertinggi, indeks saham acuan Indonesia anjlok 36 persen, menjadikannya sebagai indeks dengan kinerja terburuk tahun ini di antara lebih dari 90 indeks global yang dipantau Bloomberg.
“Tren utama di Asia saat ini adalah ‘Sell Indonesia’,” ujar George Boubouras, kepala riset di hedge fund K2 Asset Management, yang mengelola sekitar 4,3 miliar dolar AS.
Kekhawatiran investor dipicu agenda populis dan intervensi pemerintah yang terus meningkat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, yang selama ini dipandang lebih ramah terhadap investor asing.
Sejak menjabat pada Oktober 2024, Prabowo menargetkan pertumbuhan tahunan 8 persen, memperluas program makanan gratis di sekolah, meningkatkan peran negara dalam ekonomi, dan menyalurkan dana ke Danantara, sovereign wealth fund Indonesia.
Langkah terbarunya mengambil kendali langsung atas ekspor komoditas utama untuk menekan penghindaran pajak, yang memicu penjualan saham perusahaan eksportir.
“Ketidakpastian politik domestik adalah risiko tipikal di pasar berkembang, dan investor global cenderung menunggu sampai ada prediktabilitas kembali,” kata Yuxuan Tang, kepala strategi suku bunga dan valuta asing Asia di JPMorgan
Private Bank, Hong Kong. MSCI sempat memperingatkan kemungkinan menurunkan status Indonesia dari pasar berkembang ke frontier market, memicu penurunan saham terburuk dalam beberapa dekade.
Investor mempertanyakan implementasi kebijakan pemerintah, mulai dari kontrol ekspor komoditas, program belanja negara, hingga upaya pemberantasan korupsi.
Kekhawatiran bukan hanya pada konsep kebijakan, tetapi pada ketidakjelasan pelaksanaannya.
“Jika saya tidak bisa mempercayai ‘plumbing’-nya, saya tidak ingin menjadi yang terakhir keluar,” ujar Ana Isabel Gonzalez Encinas, Chief Investment Officer di Farringdon Asset Management, Singapura.
Ekspresi kekhawatiran
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ihsg-di-pasar-modal.jpg)